SM/Heru Prayogo - TINJAU HOTEL: Bupati Purworejo, Agus Bastian (kanan), sedang meninjau hotel Ganesha yang dijadikan sebagai tempat transit bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19, belum lama ini.

PURWOREJO, SM Network – Fasilitas transit berupa hotel yang diterima tenaga kesehatan yang menangani covid-19, akhir-akhir ini diisukan berbayar. Hal itu membuat tenaga kesehatan yang tinggal disana angkat kaki, karena takut disuruh membayar Rp 125.000 per malam. Padahal sebelumnya Pemerintah Kabupaten Purworejo menyebut, fasilitas itu diberikan secara cuma-cuma bagi seluruh perawat dan dokter yang ingin menempati hotel sebagai tempat transit.

Simpang siur informasi tersebut, mengemuka setelah beredar screenshot pesan WhatsApp dari seseorang yang mengaku sebagai wartawan dan tenaga kesehatan RSUD Tjitrowardojo. Tidak diketahui identitas dari keduanya. Dalam percakapan tersebut, seorang perawat mengeluhkan sikap Pemkab Purworejo terkait penarikan biaya terhadap fasilitas hotel bagi tenaga kesehatan.

“1. Intinya kita dibohongi pemda untuk tempat tinggal di ganesha, 2. Beban biaya kita nginap di ganesha dibebankan ke RSUD (Tjitrowardojo), 3. RSUD tidak ada anggaran untuk membayar, 4. RSUD mengusahakan tempat di cokro (RS Tipe C). Identitasku disembunyikan pkok.e (pokoknya), wedi aku (takut saya)” kata orang yang mengaku sebagai salah satu tenaga kesehatan tersebut.

Kabar tersebut mendapat tanggapan dari Didik Prasetya Adi, Direktur Utama PDAU (Perusahaan Daerah Aneka Usaha), selaku pengelola hotel Ganesha. Ia membenarkan, bahwa seluruh perawat yang menempati hotel sudah keluar dari hotel, sejak Selasa (5/5). Namun demikian, kata dia, bukan karena ditarik biaya, melainkan untuk keperluan sterilisasi kamar hotel selama 48 jam.

“Kami tidak pernah mengeluarkan tagihan biaya sewa kamar, karena itu ditanggung pemda (Purworejo). Mereka (tenaga kesehatan) untuk sementara waktu tidak menempati hotel karena seluruh ruangan sedang disterilisasi. Kalau itu (kapan tenaga kesehatan akan kembali menempati hotel) tergantung dari Dinkes,” katanya, Rabu (06/05/2020).

Sanggahan isu tersebut juga disampaikan Sekretaris Daerah Said Romadon. Ia menegaskan tidak pernah menarik biaya kepada tenaga kesehatan untuk membayar sewa hotel. Ia juga memastikan belum ada satupun tenaga kesehatan yang dimintai dan membayar biaya sewa hotel Ganesha, mengingat fasilitas tersebut diberikan gratis.

“Kabar mengenau keluarnya tenaga kesehatan dari lokasi transit di Hotel Ganesha, karena dibebani biaya sewa Rp 125 ribu perhari, itu tidak benar. Mereka dipindahkan sementara di RSU RAA Tjokronegoro, karena Hotel Ganesha akan disterilisasi,” kata Said, Rabu (06/05/2020).

Dijelaskan bahwa pemindahan ini hanya sementara sampai proses sterilisasi selesai, setelah itu mereka akan kembali ke Hotel Ganesha. Dipilihnya lokasi sementara di RSU RAA Tjokronegoro, karena lokasinya lebih dekat daripada di Pusdiklat Kutoarjo.

“Oleh karena itu, rekan-rekan tenaga kesehatan tidak perlu khawatir. Tidak mungkin para pejuang kesehatan dibebani membayar biaya sewa tempat transit yang memang disediakan Pemerintah Daerah,” ujarnya.

Sementara itu, pihak RSUD Tjitrowardojo, saat diminta konfirmasi terkait masalah ini, menolak untuk memberikan keterangan.

“Maaf tidak dapat memberikan keterangan untuk saat ini karena masih dirapatkan,” kata Leli, selaku Humas RSUD Tjitrowardojo, dihubungi melalui pesan WhatsApp, Rabu (06/05/2020).


Heru Prayogo

2 KOMENTAR