Bentuk Relawan Hingga Tingkat Desa, Agustinus Optimis Menang

Menargetkan Raih 80% Suara

PURWOREJO, SM Network – Bersiap menghadapi kontestasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Purworejo 2020, Bakal Calon Bupati Agustinus Susanto membentuk relawan di seluruh 16 kecamatan bahkan hingga ke tingkat desa. Agustinus yang berpasangan dengan Rahmad Kabuli serta mendapatkan rekomendasi dari PDIP dan Gerindra ini optimis menang dengan menargetkan perolehan 80% suara.

Purnawirawan TNI Angkatan Darat yang pernah bertugas di Kopassus (Komando Pasukan Khusus) ini mengaku tergerak untuk terjun berkontestasi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Purworejo karena sebagai putera daerah ingin turut membangun daerah kelahirannya. Ia dilahirkan di Desa Ngandagan, Kecamatan Pituruh, Purworejo.

Masa kecil hingga SMP dijalaninya di kampung halaman, sebelum kemudian merantau ke Jakarta dan berhasil masuk menjadi anggota TNI serta menjalani karir militer hingga tahun 2012. “Sebagai putera daerah tentu saya bangga dengan Purworejo. Tapi kebanggaan saya tidak berhenti di situ, saya ingin ikut membangun Purworejo,” katanya kepada Suara Merdeka di Posko Relawan Pemenangan di Kemiri.

Selain mendapat rekomendasi dari Partai Gerindra dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), lanjut Agustinus, ia bersama Rahmad Kabuli juga mendapat dukungan dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Hanura. Dengan demikian ia mendapat dukungan dari empat partai yang memiliki 17 kursi anggota legislatif di DPRD, yakni PDIP 10 kursi, Gerindra 5 kursi, PAN 1 kursi, dan Hanura 1 kursi.

“Dengan dukungan partai politik yang sebegitu antusias kepada saya, tentu saya percaya diri, itu bagian motivasi buat saya. Kalau beliau-beliau semua (tokoh-tokoh parpol) mempercayakan kepada saya, saya bukan hanya optimis, tapi optimis banget,” katanya sembari menambahkan target 80% perolehan suara.

Sembari menunggu proses pendaftaran bakal calon di KPU kabupaten 4-6 September mendatang, Agustinus mengaku telah menjalankan beberapa strategi. Antara lain dengan membentuk relawan dan posko di seluruh 16 kecamatan yang ada di Purworejo, bahkan membentuk relawan hingga di desa-desa.

“Di Purworejo ada 494 desa (dan kelurahan), saya membentuk relawan di sana bukan dalam rangka mencari sesuatu yang tidak logis. Tetapi relawan saya di kecamatan dan desa itu membantu saya supaya saya bisa bertemu dengan masyarakat dan mencari tahu duduk permasalahan yang dihadapi,” katanya.

Dengan mengetahui permasalahan-permasalahan yang dihadapi masyarakat, maka akan menjadi masukan bagaimana mengurai solusinya. Baik terkait permasalahan infrastruktur seperti jalan dan irigasi, hingga olahraga dan seni budaya.

“Semakin banyak masyarakat yang menyampaikan masukan, semakin optimi saya untuk setiap saat bertemu dengan warga Purworejo. Setiap hari saya ketemu warga Purworejo minimal 200 orang, mewakili dari puluhan bahkan ratusan desa. Mulai jam 8 pagi, saya kembali ke rumah paling cepat jam tiga pagi, setiap hari,” imbuhnya.


Panuju Triangga

4 Komentar

  1. Like!! I blog quite often and I genuinely thank you for your information. The article has truly peaked my interest.

  2. Hi there, after reading this amazing paragraph i am as well delighted to share my knowledge here with friends.

  3. These are actually great ideas in concerning blogging.

Tinggalkan Balasan