Bendungan Rusak, Petani Memilih Tak Tanam Padi

PURWOREJO, SM Network – Kerusakan bendungan yang menjadi penyuplai aliran irigasi menyebabkan para petani di wilayah Desa Ganggeng, Kecamatan/Kabupaten Purworejo ragu untuk menanam padi pada musim tanam tahun ini. Dikhawatirkan ketersediaan air tidak mencukupi hingga padi memasuki masa panen karena tidak ada aliran irigasi, apalagi jika kondisi cuaca tidak menentu.

Salah satu petani warga Desa Ganggeng, Sultoni, mengungkapkan bahwa lahan persawahan di Desa Ganggeng dulunya bisa ditanami setidaknya dua kali musim tanam. Dulu ketersediaan air mencukupi karena disuplai dari Bendung Bulu. Namun, beberapa tahun terakhir bendungan mengalami kerusakan sehingga aliran yang seharusnya untuk mensuplai Ganggeng dan sebagian Desa Semawung, Kecamatan Purworejo tidak mengalir sebagaimana mestinya.

“Ada dua bendung di sepanjang aliran sungai Kebangsan, yaitu Bulu dan Bendung Tegalduren. Kalau yang Tegalduren sudah mendapat brojong sehingga bisa mengalir,” ungkapnya, kemarin.

Dengan kondisi tersebut, persawahan di wilayahnya kemudian hanya menjadi sawah tadah hujan. Untuk musim tanam tahun ini, ia dan beberapa petani lain yang memiliki sawah di Desa Ganggeng berencana tidak menanam padi. Jika memaksakan diri menanam padi, dikhawatirkan akan mengalami kerugian karena di tengah perjalanan ketersediaan air tidak mencukupi.

“Saya tidak akan menanam padi tahun ini. Kalau tanam padi, jelas tidak dapat aliran air. Sebenarnya air bisa nyedot dari sungai di bawah sawah, tapi pasti biayanya sangat tinggi,” tuturnya.

Lantaran tidak menanam padi, Sultoni berencana menanami sawahnya dengan tanaman palawija. Tetapi ia juga harus menunggu beberapa waktu ke depan, agar tanaman palawija tidak terganggu adanya air yang menggenang di musim penghujan saat ini.

“Ditanami palawija, tapi nunggu waktu yang tepat. Ini (lahan sawah) akan tetap saya olah dulu, tapi tidak langsung ditanami,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Purworejo, Suranto, mengungkapkan bahwa bendung teknis yang berada di bawah pengelolaan Pemkab Purworejo sebanyak 47 unit. Dari jumlah itu, ada dua bendungan yang mengalami rusak berat, 12 rusak sedang, dan 27 rusak ringan.

“Ada 2 bendung yang mengalami rusak berat, yakni Tegalduren dan Kebangsan,” ungkap Suranto.

Mengenai persawahan di Desa Ganggeng, Kecamatan Purworejo, lanjut Suranto, lahan tersebut terdampak kerusakan Bendung Kebangsan. Suranto menambahkan, selain bendung teknis, sebenarnya masih ada 186 bendung sederhana yang berada di beberapa titik di Kabupaten Purworejo.


Panuju Triangga

Tinggalkan Balasan