SM/Aris Himawan - AKSI MASSA: Ratusan warga terdampak Bendungan Bener unjuk rasa menutut ganti rugi tanahnya segera dibayarkan.

PURWOREJO, SM Network – Ratusan warga terdampak Bendungan Bener mengadakan unjuk rasa ke Badan Pertanahan  Negara (BPN) Purworejo pada Selasa, (9/3). Mereka menuntut agar uang ganti rugi tanah yang akan dijadikan bendungan segera dibayarkan.

Kordinator Lapangan Eko Siswoyo menyebutkan bahwa ganti rugi dilakukan setelah dua bulan dari penetuan bentuk dan nilai tanah warga yang digunakan untuk Bendungan Bener. Namun, hingga waktu yang sudah disepakati belum dibayarkan juga.

Selain itu, aksi tersebut dimaksudkan sebagai upaya pelurusan isu yang beredar bahwa pembangunan Bendungan Bener  dihalangi warga. Padahal, jelas Siswoyo, tidak ada yang menghalangi pembangunan tersebut.

Menanggapi aksi tersebut, Kepala BPN Purworejo Eko Suharto menyebutkan bahwa ganti rugi akan dilakukan sesudah Menteri Agraria dan Tata Ruang  menandatangani surat perjanjian ganti rugi.

Sebelumnya, BPN Purworejo sudah mengajukan surat permohonan ganti rugi pada Menteri Agraria dan Tata Ruang . “Puncaknya pada tanggal 3 Maret Menteri Agraria dan Tata Ruang memutuskan untuk membuat diskresi. Yakni menerima hasil musyarawah yang sudah disepakati serta akan dibuat surat terkait hal tersebut,” jelas Eko.

Setelah Menteri Agraria dan Tata Ruang sudah menyetujui secara tertulis, terang Eko, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) akan memprosesnya. “BPN ibaratnya kalau dipernikahan hanya WO, jadi hanya panitia saja tidak bisa memutuskan kapan uang dibayar,” ungkapnya.