SM/Dok - Peluncuran 10 karya VR dosen dan mahasiswa UNY.

Karya Dosen dan Mahasiswa UNY

YOGYAKARTA, SM Network – Di tengah pandemi Covid-19 yang belum ada tanda-tanda bakal membaik, sivitas akademika Universitas Negeri Yogyakarta terus berkarya.

Fakultas Teknik, selama tahun 2020 telah menghasilkan 10 karya Virtual Reality (VR)/ Internet of Things (IoT) salah satunya simulator mengemudikan pesawat terbang.

Seluruh karya tersebut diluncurkan secara virtual bersama mitra kampus luar negeri yang terlibat dalam pembuatannya. Peluncuran diikuti seluruh dosen di lingkungan FT UNY serta perwakilan mitra kampus, industri dan SMK.

”Karya VR merupakan teknologi yang membuat pengguna atau user dapat berinteraksi dengan lingkungan yang disimulasikan oleh komputer. Alat ini mampu membangkitkan suasana 3D yang nyata sehingga membuat penggunanya merasa seperti berada di dunia nyata meskipun simulasi yang ada di depannya adalah dunia maya,” papar Dekan FT UNY, Prof Herman Dwi Surjono PhD.

Ia menyebutkan dosen dan mahasiswanya menggandeng kampus-kampus intrenasional seperti Universiti Malaysia Pahang, Univesiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia, Universiti Teknologi Malaysia dan lain-lain.

Produk-produk VR yang telah dihasilkan, yakni Simulator VR Boeing 737, VR Based Maintenance Simulation, E-Lab, VR Garment Production Planning, VR Resturant, AR Hair Coloring & Bleaching, VR KSI Sipil, VR Two Stroke Engine, DIFLOTY (Dynamic Float Telemetry), dan IoT Enable Ventilator Monitoring System for Covid-19 Patients. Sangat Relevan

”Tentu karya-karya ini menjadi sangat relevan dengan kondisi terkini apalagi dunia tengah menghadapi pandemi Covid-19 sehingga produk virtual dan kecerdasan buatan sangat membantu proses pendidikan,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Plt Rektor UNY, Prof Dr Margana MHum MA memberikan apresiasi tinggi kepada para pengembang yang telah berjuang keras menghasilkan produk-produk VR. Ia berharap inovasi terus dikembangkan sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

”Produk VR telah menjadi bagian penting di dunia pendidikan di era saat ini, sebagai salah satu terobosan untuk meningkatkan minat belajar siswa milenial yang sudah sangat sadar teknologi. Sistem pendidikan memang terus membutuhkan teknologi baru agar tetap relevan di dunia yang terus berubah,” imbuh Margana.