Belajar di Pengungsian Merapi

JOGJAKARTA, SM Network – Anak-anak yang tinggal di pengungsian erupsi Gunung Merapi tetap bisa belajar. Memanfaatkan teras depan dan tempat seadanya mereka tampak ceria dan senang belajar. Wajah mereka juga tidak menunjukkan raut sedih dan takut dalam menghadapi ancaman erupsi Gunung Merapi.

Ada tim relawan yang ditugasi melayani pengungsi dan memberikan waktunya untuk mengajar anak-anak di tempat penampungan.

Ali, salah seorang relawan khusus anak bersama tiga rekannya berkesempatan meluangkan waktu khusus dalam memberikan pelajaran kepada anak-anak tersebut untuk menghilangkan rasa jenuh mereka.

Kadang materi pelajaran yang diberikan dibuat senyaman mungkin dan enjoy agar anak-anak tersebut bisa terhibur selama tinggal di penampungan. Seperti mewarnai, belajar membaca, bermain puzzle, hingga menari.

“Karena anak-anak ini bermacam usia, maka kami sesuaikan materi pelajarannya. Intinya sebisa kami bisa menghibur mereka,” ujar Ali.

Menurutnya, sesekali mereka diajak bermain sepak bola di lapangan, tujuannya bagaimana membuat anak-anak supaya tidak sedih.

Sementara itu salah satu pengungsi, Dini mengatakan, anak-anak dan buah hatinya tetap bisa belajar di pengungsian, meski suasananya cukup ramai dan banyak orang.

“Alhamdulillah, anak-anak masih bisa belajar. Semoga cepat aman Merapinya dan masyarakat kembali hidup normal seperti biasa,” katanya.

Untuk diketahui, jumlah pengungsi di Balai Desa Glagaharjo Sleman hingga Kamis (12/11), tercatat ada 198 pengungsi dan terdapat 25 anak serta delapan balita.

Tinggalkan Balasan