Belajar Daring Bersama Layanan Internet Masyarakat

JOGJAKARTA, SM Network – Ada yang berbeda di Jalan Bintaran Kidul MG II 174, Mergangsan, Yogyakarta. Anak-anak duduk rapi di atas tikar yang digelar sepanjang jalan. Mereka duduk sambil membawa handphone serta buku-buku pelajaran.

Pagi ini mereka sedang belajar jarak jauh secara daring karena Pandemi Covid-19. Jika sebelumnya mereka belajar di rumah dengan kuota sendiri, saat ini anak-anak memanfaatkan layanan WiFi LIMas dengan bersama-sama. Layanan ini diberikan agar anak-anak lebih mudah dalam belajar.

Bening (12), salah satu pelajar yang memanfaatkan akses LIMas dengan menggunakan ponsel milik bundanya menuturkan baru kali ini belajar secara bersamaan.

“Pakai WiFi ini lebih cepat daripada biasanya, dan lebih membantu dalam pelajaran,” tuturnya di sela-sela belajar daring, Rabu (29/7).

Sebetulnya Ia lebih suka belajar di sekolah, tambahnya, karena bisa langsung bertanya kepada guru apabila ada hal yang tidak jelas.

“Kegiatan di sekolah ada banyak dan menyenangkan, tetapi ya tidak apa-apa belajar di rumah dulu sekarang” tambah siswa kelas VI tersebut.

Layanan Internet Masyarakat (LIMas) ini diinisiasi oleh Paguyuban Bintaran Bersatu.

Ketua Paguyuban Bintaran Bersatu, Reno Ardana mengungkap selama Pandemi dengan belajar jarak jauh, orangtua siswa mengeluhkan biaya kuota yang tidak sedikit.

Paguyuban berusaha mencari solusi agar siswa tetap bisa belajar secara daring, namun orangtua tidak keberatan dalam membeli kuota.

“Warga banyak yang mengeluh, selama belajar daring butuh biaya besar. Rp60ribu habis untuk 3 hari kuota. Kemudian kami menghubungi salah satu penyedia layanan internet PSP (Pelangi Surya Persada). Dan mendapat harganya murah, Rp30 ribu untuk satu bulan dengan koneksi unlimited,” ungkapnya. “Sekarang sudah ada 180 KK yang akses. Jadi ini sangat membantu masyarakat” pungkasnya.


Dnanjoyo

Tinggalkan Balasan