Bejat, Kakak Kandung Tega Setubuhi Adik Kandung

MUNGKID, SM Network – Tim Reskrim Polres Magelang berhasil mengungkap kasus persetubuhan anak dibawah umur, yang dimana TKP berada di rumah tersangka sendiri yakni Desa Blondo, Kecamatan Mungkid.

“Tersangka merupakan kakak kandung korban bernama Muhammad Farid (38) dan korban sendiri berinisial AS (16) yang masih berstatus sebagai pelajar. Jadi modus operandi yang dilakukan pelaku yakni membujuk dan meminta korban untuk melampiaskan nafsunya,” terang Kasatreskrim Akp Hadi Handoko dalam konferensi pers, Rabu (26/8), di aula Mapolres Magelang.

Untuk kronologis sendiri yakni hp korban pernah dipergoki oleh pelaku yang mana menyimpan video-video porno. Awalnya pelaku berusaha menasehati, kemudian pelaku menawarkan diri untuk membantu korban melampiaskan hasrat sexsualnya. “Akhirnya persetubuhan tersebut terjadi kurang lebih sebanyak empat kali. Terakhir kali pada hari Sabtu (1/8) di rumah pelaku,” jelasnya.

Kemudian pada hari Minggu (2/8) sekira pukul 20.00 korban memberitahu ayah korban yang berinisial IR bahwa korban telah disetubuhi oleh pelaku. “Korban cerita kepada ayah kandungnya, curhat. Setelah mengetahui kejadian tersebut, ayah kandung korban segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Magelang,” ujar Akp Hadi.

Diketahui bahwa korban merupakan adik kandung pelaku, dan tinggal dalam satu rumah. Pelaku sendiri sudah beristri dan memiliki tiga orang anak. Kejadian tak terpuji itu, dilakukan setelah lebaran hingga dilaporkan sebanyak empat kali. “Korban tidak diancam, namun dibujuk rayu. Terungkap setelah ayah korban melapor dan pelaku menjalani serangkaian proses penyelidikan serta pemeriksaan. Kemudian pelaku ditangkap di rumahnya,” paparnya.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 81 UURI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perppu No.1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua UURI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang Jo UURI No.35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UURI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun, apabila dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga pidananya ditambah sepertiga dari ancaman.

“Kemudian pelaku akan ditambah masa penahanannya dari sepertiga ancaman, karena korban merupakan keluarga terdekat korban, juga dibawah umur,” imbuh Akp Hadi.


Dian Nurlita/ita

Tinggalkan Balasan