Begini Cara Warga Dusun di Bantul Gelar Tahlilan dalam Situasi Pandemi Covid-19


Ditengah larangan berkerumun karena adanya pandemi Covid-19, warga Dusun Ngoto, Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, DIY tetap menjalankan tradisi setempat dan agama. Menggelar tahlilan seiring dengan meninggalnya salah satu warga tetap berlangsung dengan cara berbeda yakni menggunakan horn atau pengeras suara yang terpasang di masjid setempat. Ini kisahnya :

AKHIR pekan lalu (4/4), di tengah kondisi DIY berstatus Tanggap Darurat Bencana Covid-19 ditambah masyarakat dianjurkan untuk tetap di rumah dan tidak mengadakan pertemuan yang menghadirkan banyak massa, Kamiso, salah satu warga ada di RT 06 Dusun Ngoto Bangunharjo Sewon Bantul meninggal dunia karena sakit, bukan akibat korona.

“Nah, sesuai tradisi di dusun kami, jika ada warga wafat maka selama 7 hari diadakan tahlilan atau kirim doa. Tradisi ini bukan sekadar upaya membumikan syariat agama dan sunnah Nabi, tetapi menjadi wujud kesetiakawanan dan persaudaraan yang kuat di tengah masyarakat. Adanya tradisi ini ahli waris merasa terhibur dan selama 7 hari para tetangga tak hanya menemaninya namun juga mendoakannya,” papar salah satu warga setempat Umaruddin Masdar pada SM Network, Minggu (5/4).

Menurut Umar, sapaan akrabnya, mengetahui ada warganya yang meninggal, Rohmat Ari Nugroho selaku Dukuh Ngoto datang menemuinya sekaligus meminta saran bagaimana sebaiknya acara tahlil untuk almarhum Kamiso digelar. Apalagi di tengah kondisi darurat bencana korona.

Pak Dukuh, lanjut Umar, juga mengatakan seandainya tidak ada tahlil maka hati kecil warga merasa tidak tega. Bukan sekadar karena orang yang meninggal sangat membutuhkan kiriman doa, tetapi keluarga almarhum yang ditinggalkan merasa ‘sendiri’ menghadapi cobaan tersebut.

“Saya pun mengusulkan, tahlilan tetap diadakan tapi cara berbeda. Saya memimpin tahlil dari masjid dengan suara horn (pengeras suara di menara masjid) yang dikeraskan. Warga masyarakat cukup mengikuti dari rumah masing-masing. Alhamdulillah usul diterima. Sudah dua malam, tahlil berjalan dengan khidmat. Masyarakat tahlil dari rumah masing-masing, saya memandu tahlil sendirian dari masjid,” jelas pria yang juga pengasuh Majlis Zikir Hayatan Thoyyobah, Bantul itu.

Dikatakan sebagai sebuah tradisi baru, Umar pun tak mengelak. Menurut dia, tradisi baru ini mempunyai tiga pesan dan makna sekaligus. Pertama, tradisi agama bisa dilestarikan dengan cara-cara mudah dan sederhana. Kedua, tradisi dan agama bisa menjadi ‘obat hati’ atau ‘hiburan’ jika dilaksanakan secara kontekstual dengan mengedepankan asas kebaikan dan keselamatan warga masyarakat.

“Lalu ketiga, jika tradisi dan agama dihadirkan secara sederhana, maka akan bisa mengisi ruang kosong di tengah masyarakat dan menjadi solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat,” papar dia.

Lebih lanjut, karena pandemi korona juga agenda rutin pengajian yang dikomandoinya seperti Ziarah Wali yang biasa digelar setiap bulan Rajab atau Sya’ban juga akhirnya dibatalkan. Namun, ziarah yang awalnya digelar 21-22 Maret lalu dengan tujuan Makam Sunan Gunung Jati Cirebon dan Makam Sunan Syaikh Panjalu Ciamis akhirnya dibatalkan.

Padahal 13 bus yang mengangkut 625 orang jamaah majlis sudah dipesannya. Termasuk sudah membooking rumah makan dan memesan nasi kotak.”Tidak masalah. Kami meyakini demi kebaikan, menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh jamaah dan warga masyarakat luas, menjalankan kaidah fiqhiyyah “dar’ul mafasid muqoddamun ala jalbil masalih” (Menolak atau menghindari mudharat (bahaya) harus lebih didahulukan dari mengambil manfaat” tandas Umar.

Soal aksi Umar yang sendirian memimpin tahlilan dengan pengeras suara di masjid pun sempat viral di akun twitter dan instagram pribadi miliknya.

Seperti di akun twitternya @UmaruddinM yang hingga Minggu (5/4) sore sudah di-like 7.043 kali termasuk mantan Menteri Agama RI Lukman H Saifuddin: Ini cara kreatif dan solutif, salah satu wujud penerapan #ModerasiBeragama yang konstektual, Selamat Mas Kiai…, tulis Lukman di @lukmansaifuddin.

Tak ketinggalan juga Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo lewat @ganjarpranowo turut mengomentarinya : Semoga alm Pak Kamiso husnul khatimah. Selalu ada cara utk tahlil nggih Gus.


Gading Persada/Kim

2 Komentar

  1. 242306 680600Man you legend. return see my web site, you must get pleasure from it. 36936

  2. 979583 22758Aw, this was an exceptionally good post. In concept I would like to place in writing such as this moreover – spending time and actual effort to create a outstanding article but so what can I say I procrastinate alot by way of no indicates locate a strategy to go completed. 73807

Tinggalkan Balasan