Beberapa Wilayah di Kabupaten Magelang Longsor, Ini Tempatnya

MUNGKID, SM Network – Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto mengatakan bahwa hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari di wilayah Kecamatan Salaman sebabkan tanah longsor dibeberapa titik. Curah hujan tinggi dan minimnya sandaran tebing akibatkan longsor.

“Hujan dengan intensitas sedang lebat yang terjadi pada Senin sore menyebabkan longsor di beberapa titik Kecamatan Salaman, serta banjir di Kecamatan Kajoran,” terang Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto saat dibubungi, Selasa (28/1).

Untuk lokasi yang pertama tebing setinggi kurang lebih 15 meter dengan panjang 8 meter yang berada di Dusun Kalisari, Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman, longsor mengancam jalan penghubung Kalisari – Tubansari. Selain itu, longsoran juga mengancam delapan rumah warga yang berada di bawah tebing tersebut.

“Dua rumah milik Bapak Yuli dan Bapak Baryono sudah diusulkan relokasi ke Huntap, serta masih menunggu serah terima kunci,” ujarnya. Sampai dengan saat ini, di area tersebut tanah masih bergerak dan berpotensi terjadinya longsor susulan.

Kemudian di lokasi kedua, tebing setinggi empat meter dengan panjang empat meter yang ada di Dusun Sabrang Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman longsor. Akibat musibah tersebut satu rumah rusak ringan pada bagian dinding kamar mandi milik Bapak Muh Taufik (50). Pada waktu yang sama, dilokasi ketiga hujan juga menyebabkan tanah longsor di dua titik lokasi di Dusun Gorangan lor, Desa Kalisalak, Kecamatan Salaman.

“Titik pertama tebing setinggi kurang lebih 15 meter longsor sehingga mengancam rumah milik Bp Slamet dengan dimensi longsoran, tinggi longsoran enam meter dengan panjang tujuh meter dan ketebalan sekitar satu meter,” terang Edi.

Titik dua tebing setinggi enam meter longsor sehingga menutup akses jalan desa dengan dimensi longsoran sepanjang tiga meter dengan ketebalan 0,5 meter. Banjir juga terjadi di aliran Sungai Buthek di Dusun Tuwanan, Desa Wonogiri, Kecamatan Kajoran yang menyebabkan satu rumah rusak ringan milik Ibu Muntiah (80).

Aliran Deras

Aliran sungai sudah mengikis tanah disekitar talud dinding rumah sehingga dinding rumah mengalami retakan/celah. Jarak rumah Ibu Muntiah dengan sungai hanya berjarak dua meter dan sudah dibuat talud permanen dengan panjang delapan meter, dengan tinggi empat meter. Namun, karena terletak di tikungan sungai, talud penahan terkikis aliran sungai.

“Saat malam hari Ibu Muntiah mengungsi ditempat Bapak Mahmut yang merupakan cucu dari Ibu Muntiah dan masih berada di satu Dusun Tuwanan,” terang Edi.

Menanggapi musibah tersebut BPBD melakukan kaji cepat dengan melakukan koordinasi dengan pemerintah desa (Pemdes). “Sementara untuk di Dusun Kalisari, Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman, Pemdes berencana menutup akses jalan karena berpotensi longsor susulan.

Sedangkan di Dusun Sabrang masih dalak satu desa yang sama akan dilakukan kerja bakti pembersihan material longsoran pada hari ini, Selasa (28/1),” jelas Edi. Edi juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati terutama bagu masyarakat yang berada di daerah rawan longsor dan dekat sungai. “Masyarakat agar selalu waspada dan hati-hati terutama bagi warga yang rumahnya berada di atas atau bawah tebing, dan juga dekat dengan aliran sungai,” imbaunya.


Dian Nurlita

Tinggalkan Balasan