BCL Hadir Untuk Warga Terdampak Covid-19

PURWOREJO, SM Network – BCL hadir untuk membantu warga miskin maupun yang terdampak wabah virus Corona (Covid-19) di Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Namun, BCL ini bukanlah artis Bunga Citra Lestari, melainkan singkatan dari Bantuan Cair Langsung.

“BCL merupakan salah satu program sosial yang digagas oleh Pemerintah Desa Krandegan dalam menanggulangi dampak sosial ekonomi warganya akibat pandemi covid19. Selain BCL, ada juga kegiatan Meja Antilapar, dan Pasar Bergerak,” kata Kepala Desa Krandegan, Dwinanto, Kamis (7/5).

BCL, jelas Dwinanto, adalah kegiatan pemberian bantuan uang tunai kepada warga miskin maupun mereka yang terdampak adanya pandemi Covid19. Khususnya, bagi warga yang belum mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) baik dari pusat maupun dari Dana Desa.

Setiap kepala keluarga (KK) yang mendapat bantuan ini, berhak atas uang Rp 300.000 untuk membantu ekonomi mereka. “Tahap pertama diberikan kepada 60 KK, masing-masing Rp 300.000. Mereka warga miskin yang belum tercover bantuan sosial pemerintah,” ungkapnya.

Program ini diberi nama Bantuan Langsung Cair karena mekanismenya yang tidak ribet dan tidak perlu berbagai macam administrasi sebagaimana program bantuan dari pemerintah pada umumnya. BCL ini menggunakan sumber dana dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang masuk dan dikelola desa agar lebih merata serta berdaya guna.

“Kami punya data warga kami yang masuk kategori miskin. Banyak yang karena regulasi atau kuota pemerintah, sehingga belum bisa mendapatkan alokasi bantuan sosial. Oleh sebab itu, BCL ini hadir untuk mengisi ruang kosong tersebut,” tuturnya.

Program ini direncanakan akan terus berlanjut sampai dana yang dikelola habis, atau pandemi Covid-19 berakhir. Dwinanto menambahkan, BCL ini bukanlah yang pertama kali dilaksanakan di Desa Krandegan. Sejak ia menjabat di tahun 2013, program ini sudah berjalan dan difokuskan di bulan Ramadan.

Tahun lalu, donasi yang terhimpun sekitar Rp 100 juta dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dari warga, perantauan, serta para donatur lain di luar desa. “Saat itu kami wujudkan 200 santunan uang, 825 paket sembako subsidi, dan 100 paket sembako gratis, serta kegiatan sosial lain seperti irigasi gratis dan berobat gratis di Puskesmas,” imbuhnya.


Panuju Triangga)

1 Komentar

  1. 862499 47954Gnarly post mate, maintain the great function, just shared this with ma friendz 244636

Tinggalkan Balasan