Anak muda Katolik membawa salib duduk bersimpuh pada peringatan sengsara Yesus yang dikenal sebagai Jumat Agung.(Foto:Suara Merdeka/dok)

YOGYAKARTA, SM Network – Perayaan Paskah bagi umat kristiani tahun ini tidak bisa berlangsung seperti biasanya akibat wabah virus corona. Seluruh kegiatan pekan suci dan peribadatan lain pun juga terkendala dan harus dilakukan dengan tidak massal seperti jalan salib mengenang sengsara Yesus Kristus.

Umat Katolik Kapel Santo Ignatius Paroki Maria Assumpta Pakem yang berada tak jauh dari Gunung Merapi sejak awal sudah merencanakan perayaan pekan suci secara khusus mulai dari Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, dan Malam Paskah.

”Pada perayaan Jumat Agung semula direncanakan dengan visualisasi penyaliban Yesus yang dikemas secara apik namun hal ini tidak jadi dilaksanakan dan latihan pun dihentikan karena wabah corona,” tutur Rudolfus Eko Suindarto.

Akhirnya, empat anak muda Katolik Kapel Santo Ignatius melakukan jalan salib dengan membawa salib melewati jalan desa menuju hamparan sawah Ledok Cuwo, Wonorejo, Hargobinangun, Pakem, Sleman yang berlatar belakang Gunung Merapi.

Mereka berjalan sembari menjaga jarak dan mengenakan masker pada peringatan sengsara Yesus yang diperingati pada Jumat Agung. Sesampainnya di hamparan sawah mereka duduk diam berdoa Via Dolorosa. Mereka juga berdoa mohon keselamatan seluruh umat manusia agar terbebaskan dari wabah virus corona.


Agung PW/Kim

2 KOMENTAR