Baru Diluncurkan, 1.471 Keluarga Daftar Pelanggan Senja

MAGELANG, SM Network – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Magelang meluncurkan program Senja (Sedot Tinja). Layanan lumpur tinja terjadwal (LLTT) ini sudah dapat kepercayaan tinggi dari masyarakat, meski baru dikenalkan ke publik. Setidaknya ada 1.471 keluarga yang mendaftar menjadi pelanggan.

Kepala Disperkim Kota Magelang, Handini Rahayu mengatakan, data itu didapatkan dari sensus dan penyusunan data pelanggan. Lainnya, tiga rumah susun (rusun), SPALDS Skala Komunial 180 unit, SPALDT Skala Perumahan 37 unit juga turut menjadi klien. 

“Kita akan terus memasyarakatkan program ini. Kita sosialisasi, advokasi, kampanye, edukasi dan promosi tentang tanki septik atau septic tank,” ujarnya dalam peluncuran Senja di aula Bappeda Kota Magelang, beberapa waktu lalu.

Ia menuturkan, banyak tanki septik yang dibiarkan begitu saja, tanpa ada pengurasan. Hal ini dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Standarnya, 3 sampai 5 tahun harus ada pengurasan tanki septik.

“Kalau sampai puluhan tahun, atau sampai 20 tahun belum pernah dikuras misalnya, pasti ada yang salah (rusak) pada tanki septik itu,” katanya.

Setelah peluncuran ini, kata Dini, petugas LLTT akan langsung aksi dengan dibekali surat tugas resmi. Untuk menikmati pelayanan ini, ada biaya yang ditarik sesuai Perda, yakni Rp 170 ribu sekali penyedotan.

“Biaya ini standar untuk 1,5-2 meter kubik lumpur yang disedot,” tuturnya.

Dia menegaskan, LLTT ini khusus untuk tinja domestik, bukan industri. Adapun untuk rumah atau bangunan perkantoran yang punya instalasi pengolahan septic tank memang wajib disedot secara berkala.

“Lumpur hasil kurasan itu kemudian dikirim ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Dumpoh. Di sana, lumpur tinja ditangani sampai menjadi air bersih yang layak untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Pemanfaatan bisa untuk kolam, pengairan, dan sebagainya. Air itu sudah aman, tidak akan mencemari,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina mengapresiasi terobosan Disperkim dalam menciptakan lingkungan sehat tersebut dengan dukungan USAID-IUWASH PLUS. Menurutnya, Senja adalah program lanjutan, ketika Kota Magelang sudah bebas dari open defecation free (ODF) atau buang air besar sembarangan (BABS). 

“Saya pikir tarif LLTT yang ditentukan cukup terjangkau bagi masyarakat. Kalau tarifnya segitu untuk dua tahun sekali nggak berat,” ungkapnya seraya menambahkan, pihaknya akan mencari alternatif, agar masyarakat mau menjaga kebersihan lingkungan, namun tidak terbebani.

Tinggalkan Balasan