Barter Karya Seni dengan Bahan Pangan

MUNGKID, SM network – Ditengah pandemi Covid-19 ini banyak orang yang memiliki cara unik untuk membantu para terdampak Covid-19. Salah satunya seniman asal lereng gunung Merapi, Ismanto (52). Pria kelahiran 12 Desember 1968 ini, yang merupakan warga Dusun Ngampel, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang ini telah memulai karirnya sebagai perupa sejak umur 15 tahun ini, rela melepas hampir seluruh karya lukisnya untuk dibarter dengan bahan pangan yang akan didonasikan kepada para terdampak Covid-19. Sistem barter sengaja ia gunakan dengan maksud agar orang yang membarter lebih memiliki kepekaan dan rasa kemanusiaan pada kondisi saat sekarang ini.

“Bukan berwujud uang, namun saya lebih memilih barter lukisan dengan bahan pangan agar orang yang melakukan barter memiliki pengalaman batin yang humanis, ada nilai pendewasaan nalar, kejujuran, menghargai dan bersimpati,” ujar Ismanto yang juga pemilik sanggar Gadhung Melati di dusun Ngampel desa Sengi kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang, Sabtu (30/5).
Bukan hanya karya lukis, namun ada juga beberapa patung yang ia miliki serta kaligrafi. Lukisan yang akan dibarter juga bermacam-macam, ada lukisan soreng, gunung Merapi, Yesus, abstrak, binatang dan lain sebagainya.

“Semua lukisan di sanggar ini akan saya barter, bahkan patung kepala Budha juga akan saya barter. Seluruh hasilnya saya salurkan kepada warga yang terdampak Covid-19,” katanya. Ismanto yang dikenal juga sebagai pematung dan pemahat berkelas ini, mengaku, dirinya terketuk untuk membantu para terdampak Covid-19, yang jumlahnya tidak pernah diketahui. Bahkan dampak yang akan mereka rasakan sampai kapan juga tidak diketahui, karena penyebaran virus ini masih terus berkembang. Banyak warga yang kehilangan pekerjaan karena di PHK, usaha yang mulai melemah dan masih banyak penyebab lainnya. Ia mengaku merasakan apa yang dirasakan para terdampak Covid-19. “Mereka pasti tercekik karena tidak bisa membeli sesuatu akibat tidak ada pekerjaan atau usahanya melemah,” kata Ismanto.

Tinggalkan Balasan