SM/Dananjoyo : Warga melihat tempat pengungsian bagi warga lereng Merapi yang telah siap untuk ditempati sewaktu-waktu,di barak pengungsian Gayam, Argomulyo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (19/11).

JOGJAKARTA, SM Network – Akibat naiknya status aktivitas Gunung Merapi sejak Kamis (5/11) lalu, sedikitnya 195 jiwa telah diungsikan ke Balai Desa Glagahharjo, Cangkringan, Sleman, DIY.

Para pengungsi adalah para lansia yang berasal dari Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, dan merupakan dusun wilayah paling utara yang lokasinya beradius kurang dari 5 kilometer dari puncak Merapi.

Guna mengantisipasi skenario potensi ancaman Gunung Merapi sejauh 9 km dan mengantisipasi jika ada penambahan jumlah pengungsi. Pemerintah Sleman menyiapkan barak pengungsian Gayam, Argomulyo, Cangkringan Sleman. Hal tersebut dijelaskan oleh Camat Cangkringan Suparmono, kemarin. Barak pengungsian ini mampu menampung 350 orang.

“Jadi setelah disekat-sekat mampu menampung 350 pengungsi. Ada yang di SD, ada yang di SMP,” ungkap dia.

Suparmono menambahkan, ada juga rumah warga yang diperbolehkan untuk tempat pengungsian. “Total ada tiga rumah yang diperbolehkan pemiliknya,” tambahnya.

Konsep barak pengungsian di Gayam ini dibuat dengan menerapkan protokol kesehatan. Menurut pantauan Suara Merdeka, sekat-sekat yang dipasang lebih tinggi dari sebelumnya yakni mencapai 160 cm.

Saat ini di Wilayah Yogyakarta, Kabupaten Sleman baru Dusun Kalitengah Lor yang sudah dilakukan evakuasi untuk lansia dan anak-anak. Sementara orang-orang dewasa, masih menempati rumah-rumah mereka untuk menjaga rumah, harga benda, serta merumput guna menghidupi hewan ternak mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here