SM/Amelia Hapsari - MENEMPATKAN LOGISTIK : Anggota Forum Relawan DIY dan Satuan Brimob Polda DIY menempatkan logistik di dapur lapangan barak Gayam, Sabtu (21/11).

SLEMAN, SM Network – Antisipasi meluasnya radius zona bahaya erupsi Merapi, Pemkab Sleman telah menyiapkan barak pengungsian di Dusun Gayam, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan. Barak ini digunakan untuk menampung warga dari Dusun Kalitengah Kidul, Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan jika di kemudian hari diharuskan mengungsi.

Dari pantauan Suara Merdeka, Sabtu (21/11), ruangan barak Gayam sudah dibuat bilik untuk sekat antar pengungsi. Beberapa ruang kelas di SDN Bronggang dan SMP Sunan Kalijogo yang terletak satu kompleks dengan barak, juga sudah disetting untuk tempat evakuasi. Bahkan, dapur umum telah didirikan.

Fasilitas dapur lapangan ini merupakan bantuan dari Satuan Brimob Polda DIY bekerja sama dengan Forum Relawan. Aiptu Suwandi, aggota Sat Brimob Polda DIY selaku korlap mengatakan, kendati belum ada warga yang mengungsi di barak Gayam namun dapur umum disiapkan sejak awal. “Meski belum terdapat pengungsi tapi sudah ada relawan yang stand by disini. Kami pun siap mendistribusikan ke titik-titik yang membutuhkan,” kata Suwandi ditemui di barak Gayam, Sabtu (21/11).

Petugas dapur umum akan memasak dua kali dalam sehari. Masing-masing sebanyak 150 porsi. Tiap shift ada 10 personel yang diterjunkan. Kapasitas dapur lapangan sendiri bisa mencapai 1.000 paket nasi bungkus setiap kali proses memasak.
Koordinator Forum Relawan DIY Waljito mengungkapkan, sinergi antara komunitas relawan dan Satuan Brimob ini adalah contoh bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama. “Ada 17 komunitas yang terlibat. Kami juga siap melakukan evakuasi jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” katanya.

Dalam menghimpun logistik, Forum Relawan DIY melakukan mobilisasi. Forum ini membuat posko untuk mengakomodir bantuan dari masyarakat lalu disalurkan ke pengungsian. “Kami ingin masuk ke titik-titik yang belum tersentuh bantuan. Sebab tidak mungkin semua dicover sendiri oleh pemerintah,” ujar Waljito.

Sekretaris Kalurahan Glagaharjo, Joko Purwanto menambahkan, barak Gayam akan digunakan jika BPPTKG mengeluarkan rekomendasi penambahan radius area bahaya yang saat ini ditetapkan 5 kilometer dari puncak Merapi. “Dusun Kalitengah Kidul jaraknya sekitar 6-7 kilometer dari puncak, jadi warganya belum diungsikan. Tapi barak di sister village tetap disiagakan agar sewaktu-waktu bisa langsung dipakai,” jelasnya.

Barak Gayam rencananya dibuat 100-an bilik dengan daya tampung sekitar 300 orang. Adapun jumlah penduduk Kalitengah Kidul tercatat 369 jiwa dimana 102 orang masuk golongan rentan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here