SM/Asef F Amani - WARGA TERDAMPAK: Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak pandemi Covid-19 yang kurang mampu di Kampung Nambangan, Kelurahan Rejowinangun Utara.

MAGELANG, SM Network – Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito memastikan bantuan bagi warga terdampak pandemi Covid-19 dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Jaringan Pengaman Sosial (JPS), dan APBD Kota Magelang segera cair. Pencairan tinggal menunggu waktu, dan khusus dari APBD menunggu payung hukum yang berlaku.

Hal itu diungkapkannya saat menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak yang kurang mampu di Kampung Nambangan, Kelurahan Rejowinangun Utara, Rabu (29/4). Turut mendampingi Kapolres Magelang Kota AKBP Nugroho Ari Setyawan, Sekda Kota Magelang Joko Budiyono, dan jajaran pejabat ainnya.

Ia menyerahkan bantuan ini berasal dari pribadinya. Bantuan ini diharapkan mampu menjadi stimulus warga sembari menunggu pencairan bantuan dari Kemensos RI, JPS, dan APBD Kota Magelang.

“Untuk bantuan sudah dirumuskan secara keseluruhannya. Ada yang dari JPS, Kemensos, dan APBD kita. Satgas RT/RW sudah melaporkan sesuai dengan kemampuan warga secara benar, bukan melihat dari tampilan mereka dari luar. Artinya, penerima manfaat itu yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya usai penyerahan.

Ia menjelaskan, sebenarnya realisasi pencairan bantuan dari APBD Kota Magelang sudah siap. Hanya saja, untuk menyalurkannya, pemerintah membutuhkan payung hukum terlebih dahulu.
“Data penerima manfaat sudah siap, tinggal menunggu Kemensos. Kita sudah rapatkan dengan DPRD, tinggal menunggu payung hukumnya. Jangan sampai, meskipun untuk bantuan kemanusiaan tapi kita menabrak aturan,” katanya.

Sigit menjamin, pendataan warga calon penerima manfaat yang dibuat melibatkan RT/RW juga Lurah ini yang paling akurat. Lurah juga wajib menyertakan surat pernyataan dan pertanggungjawaban, untuk memastikan datanya sesuai fakta di lapangan.

“Kita serahkan ke RT-nya, RW-nya, dan Lurahnya, karena mereka lebih tahu. Kita harapkan pandemi ini segera selesai dan masyarakat bisa bahagia lagi,” tuturnya.

Bantuan yang diserahkan Sigit secara pribadi ini sebanyak 14 paket sembako, terdiri dari beras, minyak, telur, mi instan, dan lainnya. Bantuan diberikan secara langsung dari rumah ke rumah. Sengaja tidak memilih membagikan sembako di tempat umum, untuk menghindari kerumunan massa.

“Saya baru sempat (memberikan bantuan sembako) sekarang karena padatnya kegiatan. Sudah didahului Kapolres, Bu Wakil (Wakil Walikota Windarti Agustina), dan Pak Sekda (Sekretaris Daerah Joko Budiyono),” jelas Sigit.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi kepada masyarakat yang mematuhi anjuran pemerintah dengan tetap berada di rumah. Juga menghindari kerumunan dan terus memakai masker bila keluar. 

“Dampak ini sangat banyak. Terpaksa tinggal di rumah, sehingga pendapatannya berkurang drastis. Jadi kehadiran saya ini, sebagai pimpinan harus terus ada untuk memberi semangat dan motivasi masyarakat, supaya tetap senang dan bahagia,” paparnya.

Sigit menegaskan, Pemkot Magelang selalu menjadikan kearifan lokal sebagai kekuatan untuk melawan pandemi virus corona. Pemkot telah membentuk satgas percepatan penanganan virus corona (Covid-19) hingga tingkat perkampungan RT dan RW.

“Saya yakin masyarakat kampung bisa bertahan dari wabah ini, karena kultur masyarakat yang masih komunal dan mau berbagi. Sebelum saya memberikan bantuan, masyarakat yang sudah mendahului banyak juga. Ada dari CSR dan komunitas-komunitas. Budaya berbagi dan peduli ini masih sangat kental di Kota Magelang,” ungkapnya.


Asef Amani

2 KOMENTAR