Bank Jateng Dampingi Masyarakat Sekitar Borobudur

MAGELANG, SM Network – Pandemi Covid-19 bukan menjadi halangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk tetap tangguh dalam berwirausaha. Justru, di masa bencana nonalam ini membuat para pelaku usaha bisa makin kreatif dan meningkatkan geliat usahanya.

“Masa Pandemi Covid-19 ini bukan melemahkan kita, justru membuat kita kreatif. Begitu pula pelaku UMKM bisa makin kreatif dan maju,” ujar Kepala Divisi Pemasaran Ritel Bank Jateng, Hari Suseno di sela pendampingan UMKM di Balkondes Ngadiharjo Kecamatan Boroburu Magelang, Rabu (26/8).

Hari menuturkan, Bank Jateng saat ini juga terus mendorong agar UMKM di Jawa Tengah makin kreatif. Tidak hanya mendorong, tapi pihaknya juga aktif memberikan pendampingan, sehingga para pelaku usaha dapat berkembang dengan cepat.

“Pendampingan ini selaras dengan program Bank Jateng yang memiliki tiga pilar strategi bisnis ritel, yakni banun citra, bangun komunitas, dan bangun usaha,” katanya.

Dijelaskannya, pilar berupa bangun cerita dibentuk untuk memberikan dampak yang luas, khususnya pelaku UMKM yang terdampak Covid-19. Para pengusaha ini harus memiliki semangat kembali setelah beberapa bulan terpengaruh pademi.

“Sebagai bentuk support, kita buat taman pangan keluarga di daerah Putuk Setumbu. Di sebuah lahan kosong, kita buat taman pangan terpadu, yakni sebuah kolam berisi budidaya ikan dan di atasnya ditanami tanaman hidroponik,” jelasnya yang menggandeng Fakultas Pertanian Universitas Tidar (Untidar).

Adapun pilar bangun komunitas, Hari mengutarakan, di pilar ini pihaknya ingin memasukan UMKM binaan ke dalam marketplace bernama Bimart. Marketplace yang akan diluncurkan ini menampilkan beragam produk UMKM binaan di Jawa Tengah.

“Kita bikin marketplace ini untuk mempertemukan pelaku UMKM dan pembeli secara virtual. Untuk mendukung itu, kami adakan pelatihan fotografi agar foto-foto yang tampil di marketplace keren. Kita datangkan fotografer profesional untuk melatih pelaku UMKM tersebut,” paparnya.

Selain pelatihan fotografi, pihaknya juga sekaligus sosialisasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard. Sosialisasi QRIS disampaikan pejabat dari Bank Indonesia (BI) yang mengajak pelaku UMKM untuk mengenal aplikasi alat pembayaran digital ini.

“Sekarang kita jamannya cashless dan kini sudah difasilitasi melalui aplikasi QRIS. Pedagang tak perlu mengeluarkan uang kembalian, dan ini sesuai dengan prosedur protokol kesehatan,” tuturnya.

Hari menambahkan, pilar terakhir berupa bangun usaha. Melalui marketplace Bimart ini pihaknya memfasilitasi pelaku UMKM untuk membiasakan diri berjualan secara virtual. 

“Pedagang tak perlu bertatap muka dengan pembelinya, cukup pajang produknya di Bimart. Pembeli bisa mengunjungi Bimart dan melihat beragam produk yang ditampilkan. Kalau cocok, maka akan melakukan pemesanan dan pedagang bisa mengirimkannya,” paparnya.

Asef Amani

Tinggalkan Balasan