Bank BPD DIY-Gojek Kerjasama Permudah Pembayaran Retribusi Pasar

YOGYAKARTA, SM Network – Bank BPD DIY semakin memberi kemudahan kepada pedagang pasar dalam menunaikan kewajiban pembayaran retribusi. Selain menyediakan mobile banking dan QR Code Indonesia Standard (QRIS), Bank BPD DIY juga bekerjasama dengan aplikasi Gojek menghadirkan digitalisasi pembayaran melalui fitur GoBills.

Direktur Pemasaran Bank BPD DIY R Agus Trimurjanto menjelaskan, pihaknya menjalin kerjasama dengan Gojek dalam rangka memperluas layanan kepada masyarakat. Di lain sisi diharapkan bisa turut membantu penerimaan daerah, mengingat peran Bank BPD DIY sebagai pemegang kas daerah. “Semakin banyak channel dan layanan, akan mempermudah proses pembayaran. Sebelum ini, kami sudah membuka layanan pembayaran retribusi bagi pedagang pasar lewat e-mobile dan teller,” katanya disela launching e-retribusi menggunakan GoBills dan QRIS BPD DIY di Pasar Beringharjo, Rabu (12/8).

Semua pasar yang ada di DIY telah terjangkau layanan Bank BPD. Ke depan seiring peluncuran program ini, database pedagang pasar akan dikoneksikan dengan Bank BPD DIY dan Gojek. District Head Gojek Yogyakarta Ridzky Novasandro menambahkan, sejak Desember 2019, masyarakat DIY sudah bisa membayar PBB, pajak daerah, dan retribusi melalui fitur GoBills.

Ini merupakan wujud dukungan pihaknya terhadap upaya Pemda DIY menjadi provinsi cerdas. Deputi Direktur BI DIY Miyono yang hadir dalam acara itu mengatakan, evaluasi program elektronifikasi transaksi sudah berlangsung sejak dua pekan terakhir. Saat ini tinggal evaluasi terhadap wilayah Gunungkidul dan Sleman. “Pencapaian elektronifikasi di Yogyakarta termasuk lumayan karena sudah sampai tahap terakhir yakni ekspansi. Untuk Kota Yogyakarta, nilainya mencapai 3,52 dari skala 5,” bebernya.

Agenda peluncuran pembayaran e-retribusi menggunakan GoBills dan QRIS BPD DIY merupakan rangkaian elektronifikasi. Hal ini sejalan dengan upaya BI yang sedang giat mengenalkan QRIS kepada para pedagang di kawasan Malioboro, dan Pasar Beringharjo.

Menurut Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi, sistem transaksi secara online sudah terbukti memberi manfaat bagi pedagang yang mampu meraup transaksi lebih banyak dari biasanya. Kendati diakui masih ada banyak pedagang yang belum mampu melakukan penyesuaian. “Saat awal pandemi, pedagang dipaksa untuk mengenal transaksi online. Ternyata mereka bisa memperoleh manfaat transaksi yang jauh lebih tinggi,” ujar Heroe.

Dia berharap, para pedagang dapat menyesuaikan dengan ekosistem perekonomian baru ini agar mereka bisa bertahan bahkan berkembang.


Amelia Hapsari

Tinggalkan Balasan