Banjir, Jembatan Penghubung Antar Desa di Magelang Roboh

MUNGKID, SM Network – Akibat banjitlr yang terjadi di aliran sungai Elo Magelang, sebuah jembatan penghubung antar Desa di Kecamatan Mungkid roboh, Selasa malam (26/1). Hal tersebut juga dibenarkan oleh Prihatiningrum Ikha, salah Satu Perangkat Desa Bumirejo, Rabu (27/1).

Diketahui jembatan tersebut bernama Jembatan Kradegan, yang dibangun sekitar tahun 1980. “Jembatan tersebut penghubung Dukuh Desa Bumirejo dengan Dusun Gamol Desa Paremono Kecamatan Mungkid,” terang Ikha.
Ikha mengatakan bahwa pondasi jembatan tersebut, sudah tergerus aliran sungai elo cukup lama dan menggantung. Namun masih bisa dilalui warga setiap harinya.

“Karena hujan cukup deras dan aliran Sungai Elo cukup deras, sekitar pukul 22.00 pondasi jembatan ambrol. Ya terbawa arus Sungai Elo dan jembatan runtuh terbawa arus,” ujarnya.

Ia menjaskan bahwa aliran sungai Elo, melebihi pondasi. Sehingga menyebabkan pondasi jembatan mudah ambrol. “Aliran sungai elo melebihi pondasi yang tergerus selama ini. Jadi mudah banget ambrol,” tegasnya.

Jembatan Kradegan sendiri memiliki lebar 2 meter dan panjang 30 meter, setiap harinya memang menjadi jalur utama warga Bumirejo maupun sebaliknya. Dulu tahun 1980 jembatan tersebut dibangun secara swadaya dan anggaran desa.
Dukuh Bumirejo, Desa Bumirejo sendiri terisolir karena kehilangan jembatan tersebut.

Ini bisa dikatakan warga di Dukuh Bumirejo terisolir. Ada jalur akses lain untuk keluar dukuh yang harus memutar sejauh 5 km melalui Desa Paremojo Mungkid,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan