Banjir di Purworejo, 233 Warga Mengungsi

PURWOREJO, SM Network – Guyuran hujan yang berlangsung lama menyebabkan banjir di wilayah Kecamatan Bagelen dan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Kamis (5/3). Sekitar 233 warga mengungsi akibat kejadian ini. Beberapa titik ruas jalan nasional Purworejo-Wates juga terkena banjir sehingga menghambat arus lalu lintas.

Di Kecamatan Bagelen, warga yang mengungsi di Puskesmas Dadirejo tercatat sebanyak 133 orang, berasal dari Dusun Karangjambu Desa Dadirejo. Selain itu, di Desa Bapangsari sekitar 100 orang mengungsi ke masjid Al Mustakim di Dusun Bojong. Sedangkan di Kecamatan Purwodadi, hingga Kamis (5/3) siang belum ada warga yang mengungsi.

 “Hujan terjadi sejak kemarin siang, habis duhur mulai gerimis, agak deras jam 15.00 ke atas sampai tadi malam dan pagi ini. Tadi malam mulai pukul 23.00 warga sudah mulai kami evakuasi pakai alat sederhana, mobil-mobil yang ada di sekitar, khususnya untuk lansia dan balita,” ungkap Kepala Desa Bapangsari, Taryono, Kamis (5/3).

Dari keseluruhan 8 RW, lanjutnya,tujuh RW terkena dampak banjir dan ada sekitar 100 warga yang mengungsi ke masjid Al Mustakim. Menurutnya, ketinggian air bisa mencapai dua meter di daerah pinggiran yang berdekatan dengan Sungai Bogowonto. “Air masuk rumah warga, ada yang sampai genteng,” tuturnya.

Taryono menambahkan, kejadian ini merupakan bencana banjir terbesar kedua kalinya di Desa Bapangsari, setelah sebelumnya terjadi 2019 lalu. Menurutnya, kondisi ini terjadi karena dampak pembangunan parapet di tepi Sungai Bogowonto di sisi seberang, sehingga berimbas ke Desa Bapangsari.

“Yang semula air sungai menyebar, sekarang karena ada parapet akhirnya air masuk ke Bapangsari dan Desa Bugel. Sebelumnya bencana banjir tiap tahun memang ada, tapi tidak seperti ini, masih bisa terkendali,” imbuhnya.

Kapolres Purworejo, AKBP Rizal Marito, mengungkapkan bahwa bencana alam di Purworejo terjadi di beberapa titik, baik tanah longsor, pohon tumbang, maupun banjir. Untuk banjir, terjadi di dua titik, yakni di wilayah Kecamatan Bagelen dan di Purwodadi. Ada dua posko pengungsian yakni di masjid Al Mustakim di Desa Bapangsari sebanyak 100 pengungsi dan di Puskesmas Dadirejo sekitar 130 pengungsi.

“Di Purwodadi sejauh ini belum ada pengungsi, masyarakat masih bertahan. Namun demikian tetap kita himbau mengingat kemungkinan-kemungkinan yang terjadi terkait meningkatnya arus, ataupun terjadi banjir yang lebih besar. Terus kita monitor nanti akan kita lakukan evakuasi juga apabila dibutuhkan,” katanya di sela-sela pemantauan dan penyaluran bantuan di posko pengungsian masjid Al Mustakim Bapangsari.

Mengenai warga Desa Butuh, Kecamatan Butuh yang meninggal, AKBP Rizal Marito, mengungkapkan terjadi karena kecelakaan lalu-lintas menabrak pohon tumbang. “Mungkin yang bersangkutan tidak tahu kalau ada pohon tumbang, sehingga terjadi kecelakaan lalu-lintas,” katanya.

Kapolres menambahkan, dalam menghadapi terjadi bencana ini pihaknya melaksanakan operasi kemanusiaan dengan mengerahkan kemampuan yang dimiliki. “Baik peralatan, bantuan dalam bentuk medis ataupun kesehatan, juga bahan makanan,” imbuhnya.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan ruas jalan nasional Purworejo-Wates yang terdampak banjir setidaknya terjadi di tiga titik di wilayah Kecamatan Bagelen, yakni di wilayah Dusun Karangjambu Desa Dadirejo, serta di wilayah Dusun Sudimoro dan Dusun Srapah Desa Bapangsari.


Panuju Triangga

1 Komentar

  1. 650669 489401I got what you intend, saved to my bookmarks , extremely decent web site . 588878

Tinggalkan Balasan