Banjir di Bandongan : 211 Warga Mengungsi, 338 Personil Dikerahkan

MUNGKID, SM Network – Hujan dengan intensitas lebat yang terjadi di wilayah Kecamatan Bandongan, mengakibatkan tebing yang berada di Dusun Semen, Desa Salam Kanci longsor sehingga membendung aliran sungai yang ada di bawahnya. Karena debit air yang tinggi, menyebabkan aliran air meluap dan terjadi banjir bandang disertai tanah longsor, Sabtu (29/2).

Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Minggu (1/3) pagi, mengatakan bahwa pada hari hari ini pihaknya fokus pada dua penanganan. Pertama membuka akses air supaya lancar, setelah itu membuka akses jalan agar aksesbilitas masyarakat tidak terganggu.

“Ada beberapa titik, sehingga relawan kita bagi menjadi dua sektor yaitu sektor atas dan sektor bawah. Jumlah relawan yang terdaftar hingga saat ini seluruhnya ada 338 personil, semuanya masih fokus membuka akses air dan jalan. Jika itu sudah selesai selanjutnya membantu membarsihkan rumah-rumah warga yang terdampak,” terang Edi.

Menurutnya saat ini jalan air tertutup karena sampah dan tanah longsor, jika tidak dibuka ditakutkan akan terjadi hal serupa sebab masih ada potensi hujan. “BMKG mengingatkan bahwa masih ada potensi hujan yang sangat lebat, maka antisipasi dilakukan setidaknya untuk mengurangi dampak,” jelas Edi.

Diketahui dampak terparah yang disebabkan oleh banjir dan tanah longsor terjadi di Dusun Mudan dan Dusun Semen. Dampak kerusakan sendiri diketahui ada 12 rumah yang terdampak banjir bandang di Dusun Semen, satu rumah roboh di Dusun Mudan dan tujuh rumah terancam. Sedangkan jumlah warga yang mengungsi sejauh ini tercatat sebanyak 78 KK atau 211 orang.

“Hari ini mereka pulang dalam rangka mau membersihkan rumah dan lingkungannya. Saya rasa itu bagus jadi bisa mandiri masing-masing dan tidak mengandalkan relawan, meskipun pada saatnya relawan ikut membantu setelah tugas utamanya selesai,” papar Edi.

Sementara itu Bupati Magelang Zaenal Arifin, pada Sabtu (29/2) malam langsung mendatangi tempat musibah terjadi. Ia mengarahkan BPBD agar mengambil langkah-langkah strategis dalam upaya penanganan.

“Bupati arahannya begitu, kemudian beliau di telepon oleh asisten Pemprov Jateng untuk berkoordinasi dengan Baznas provinsi dan kabupaten untuk menyalurkan bantuan pada rumah roboh agar segera bangkit. Juga rumah-rumah produksi getuk itu, agar bisa aktif berproduksi lagi karena itu merupakan roda ekonomian,” terang Edi. Lanjut Edi.

Bupati juga meminta kepada masyarakat agar waspada dan belajar untuk mengantisipasi hal ini itu bagaimana. Sebelumnya musibah banjir bandang sudah pernah terjadi, berdasarkan data warga jalurnya sama dan lebih besar, empat tahun yang lalu juga terjadi musibah yang sama.

“Karena ada pengulangan akan dilakukan kajian mengapa itu terjadi dan bagaimana kita melakukan antisipasi dengan melibatkan ahlinya,” paparnya. Edi juga menerangkan bahwa pihaknya memiliki peta dengan kajian yang baik, untuk bisa menjadi referensi masyarakat mengambil keputusan bagi masyarakat dalam menyikapi lingkungan tersebut harus bagaimana.

“Diketahui ada tujuh titik yang mengalami retakan, yang berpotensi mengalami tanah longsor,” tambah Edi.

Salah satu korban banjir bandang, Joko Purnomo (30) mengatakan bahwa banjir telah menghanyutkan tiga buah sepeda motor dan alat produksi getuk miliknya.”Banjir terjadi setengah empat sore, itu sedang gede-gedenya. Mau ambil motor malah sudah keduluan banjir, kemudian warga lari mengungsi takutnya ada banjir susulan. Karena ini di teras barang yang terbawa banjir itu motor tiga buah, alat produksi getuk hanyut,” ujar Joko.


Dian Nurlita

Tinggalkan Balasan