SM/Raditia Yoni Ariya - DISAPU BANJIR: Rumah dibantaran Sungai Galeh Parakan, Kabupaten Temanggung rusak disapu banjir bandang, kemarin.

TEMANGGUNG, SM Network – Hujan deras yang terjadi di wilayah Kecamatan Parakan dalam beberapa hari terakhir ini mengakibatkan luapan air di Sungai Galeh. Akibatnya muncul banjir bandang yang kemudian merusakan bronjong dan sejumlah bangunan rumah milik warga.

Tak ayal, ancaman banjir yang bisa muncul kapan saja masih mengancam permukiman warga Kampung Panjangsari, Kelurahan Parakan Wetan. Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Djoko Prasetyono, mengatakan, memang dampak dari banjir yang terus menggerus bibir sungai itu, mengancam keberadaan rumah warga dipermukiman padat penduduk di bantaran Sungai Galeh tersebut.

“Bangunan rumah terancam ambrol setelah sebelumnya diterjang banjir sungai yang berhulu di Gunung Sumbing tersebut pada Kamis (3/4) petang. Talut sungai saat ini sudah tergerus luapan air hingga longsor. Banjir usai terjadi hujan deras di daerah hulu,”katanya, kemarin.

Untuk menangani bencana ini BPBD bergerak cepat dengan meminta warga agar segera menyingkir dari rumahnya sebab dimungkinan masih akan ada banjir susulan jika melihat ekstrimnya cuaca akhir-akhir ini. Disebutkan, talut dan senderan yang ambrol sepanjang kurang lebih 60 meter dengan lebar 1,5 meter, serta tinggi 10 meter.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian ditakasir mencapai kurang lebih Rp 400 juta. Banjir menyebabkan pekarangan dan bangunan rumah warga disekitar talut juga ikut tergerus hingga ambrol terbawa arus air,”katanya.

Djoko menyebut rumah yang telah terdampak banjir bandang Sungai Galeh antara lain milik Sutrisno, di mana bangunan dapur ambrol kerugian ditaksir mencapai Rp 10 juta, kemudian rumah Suwardi dan Suprapti bangunan dapur juga ambrol kerugian masing-masing sekitar Rp 15 juta. Dari pantauan selain rumah tersebut masih ada sejumlah rumah warga terutama yang berada di bantaran sungai terancam keberadaannya.


Raditia Yoni Ariya