WONOSOBO, SM Network – Banjir bandang di lereng Gunung Sindoro Kecamatan Kertek kembali terjadi, Senin (30/3) petang. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, meluapnya saluran air yang menyebabkan banjir di Desa Candiyasan tersebut membuat aspal yang menghubungkan Dusun Jurangjero menuju Desa Candiyasan terkelupas sepanjang kurang lebih 750 meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo, Zulfa Akhsan Alim mengatakan, banjir yang terjadi untuk kedua kalinya dalam sepekan tersebut akibat hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur beberapa wilayah Wonosobo termasuk Kecamatan Kertek, Senin (30/3) petang. Akibatnya, saluran air di area Perkebunan teh Bedakah meluap ke Jalan Raya Wonosobo-Temanggug Km 16 Desa Candiyasan, dan berdampak pada terendamnya 10 rumah warga.

“Banjir tersebut membuat kemacetan dari dua arah sehingga banyak kendaraan yang masuk ke area perkampungan warga di Dusun Jurangrejo,” jelasnya. Lebih lanjut Zulfa mengatakan, saat ini jalan menuju Dusun Jurangrejo melalui Dusun Kabelukan Desa Candiasan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat akibat rusaknya akses jalan.

Namun, kondisi lalulintas jalur utama penghubung Kabupaten Wonosobo-Temanggung telah kembali normal. “BPBD Provinsi Jateng dan BPBD Wonosobo di bantu pihak kepolisian kertek dan Pemerintah Desa Candiyasan telah melakukan assesment ke lokasi dan meninjau pelebaran saluran air tersebut. BPBD Jateng juga telah mengirimkan laporan sementara situasi dan kondisi, dan siap melaporkanya kepada Gubernur Jateng,” terangnya.

Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi di Wilayah Kecamatan Kertek tepatnya di Desa Reco. Banjir bandang yang terjadi akibat luapan disaluran air tersebut menewaskan satu pengendara sepeda motor yang beakangan diketahui merupakan warga Temanggung. Banjir yang menghanyutkan satu pengendara sepeda motor sampai wilayah Banjarnegara tersbut juga di akibatkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Kertek sehingga menimbulkan luapan air yang cukup deras.


Adib Annas M

3 KOMENTAR