Bangkitkan UKM, MuliA Gulirkan Ide Cakruk Preneur

SLEMAN, SM Network – Hari terakhir kampanye Pilkada 2020 diisi oleh calon bupati Sleman nomer urut 2, Sri Muslimatun dengan diskusi bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Wonorejo, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem.
Kegiatan yang diadakan Sabtu (5/12) di Joglo Hesa Hinggil ini diikuti oleh puluhan anggota kelompok tani. Pada kesempatan itu, Muslimatun menyampaikan peran penting KWT sebagai salah satu penyangga ketahanan pangan.

“Meski skupnya hanya kecil tapi anggota KWT terus aktif bergerak. Terbukti, hasil kerja keras mereka tidak hanya bermanfaat bagi keluarga tapi juga lingkungan,” katanya.

Di masa kini, kelompok tani dituntut tidak hanya mampu bercocok-tanam tapi juga menjadi sosok wirausahawan. Dia memandang masih perlunya kemudahan dalam hal mengurus registrasi dan lisensi usaha. Usaha kelas kecil dan menengah juga perlu untuk didaftarkan supaya bisa mendapat fasilitasi dari pemerintah.

“Di Sleman ada puluhan ribu UKM tapi yang tercatat baru sekitar 16 ribu,” ujarnya.

Untuk mengembangkan sektor UKM, salah satu gagasan yang ditawarkan pasangan Muslimatun-Amin Purnama Purnama (MuliA) adalah cakruk preneur. Konsepnya, tiap dusun memiliki pendapa sebagai tempat diskusi warga sekaligus balai seni budaya dan olahraga.

Dari hasil tukar pikiran itu diharapkan bisa muncul wirausaha baru. Cakruk preneur juga melibatkan para tokoh yang ada di dusun setempat khususnya akademisi, dan pengusaha.

“Jika kami diberi amanah, tiap dusun akan diberi anggaran Rp 100 juta untuk membangun wilayahnya. Bahkan jika sudah berkembang, berbagai usaha itua bisa menjadi Badan Usaha Milik Dusun,” katanya.

Tinggalkan Balasan