Baik Buruk Kotak Kosong Tergantung Calon Tunggalnya


KEBUMEN, SM Network – Keberadaan kotak kosong yang menjadi konsekuensi adanya calon tunggal dalam Pilkada 2020 di Kebumen menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Tidak sedikit yang mendukung, namun ada juga yang mencibir hingga dijadikan bulan-bulanan dan dipelesetkan sebagai otak kosong.

Bahkan terdapat pihak yang menjuluki pembela kotak kosong dengan akronim Pekok, yang dalam bahasa Jawa berarti gila. Menanggapi hal tersebut, salah satu pegiat media sosial yang juga pemilik Berita Kebumen Terkini, Rijal Abdillah, memberi pandangan obyektif terkait keberadaan kotak kosong atau kolom tanpa gambar pada surat suara nanti.

Menurutnya, baik buruk kotak kosong dalam Pilkada 2020 di Kebumen tergantung calon tunggal yang ada. Untuk penjelasannya, Rijal terlebih dahulu mengungkit pencalonan Pilbup kali ini sebagai respons adanya operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang mengalami pengembangan perkara sejak 2016.

“Kita mengetahui bersama bahwa KPK telah menciptakan OTT. Selanjutnya, pihak yang mendukung disebut baik, sedangkan pembenci atau pihak yang tidak mendukung OTT KPK disebut jelek atau buruk,” tandas Rijal.

Dari hasil kerja KPK itu, pihak-pihak yang masuk pusaran korupsi kemudian disebut buruk, sedangkan yang tidak masuk pusaran korupsi dari pengembangan OTT KPK lantas disebut baik. Gayung pun bersambut oleh pihak-pihak berwenang, terutama dari partai politik dalam menghadapi Pilbup 9 Desember 2020. Di mana mereka bersepakat menciptakan kotak kosong.

“Lalu, pendukung kotak kosong dan pihak yang tidak mendukungnya dibuat garis pembatas untuk disebut buruk / baik. Sedangkan semua partai politik mendukung calon tunggal, yang selanjutnya juga dibuat garis pembatas untuk disebut baik / buruk dengan pihak yang menolak adanya calon tunggal,” papar Rijal.

Ia pun kembali pada pandangannya yang menyebut baik buruk kotak kosong tergantung calon tunggalnya. Sebab, agar calon tunggal atau satu pasangan calon yang ada bisa disebut baik, manakala memenuhi dua unsur yakni masuk unsur KPK dan tidak masuk pusaran korupsi.

“Jika hanya memenuhi satu unsur saja, maka calon yang ada belumlah disebut baik. Apalagi kalau ternyata bukan unsur KPK sekaligus bukan tidak masuk pusaran korupsi,” imbuh Rijal sembari mengungkap baru ada isu mengenai penyidik KPK yang disebut akan mengisi wakil bupati antar waktu pada 2019.

Adapun kenyataannya tak sesuai dengan kriteria penyidik KPK yang diketahui minimal berpangkat AKBP dari kepolisian. Lebih lanjut, dalam perkembangan pun tidak ada kerja nyata dari pencipta kotak kosong, sebagaimana KPK yang menciptakan OTT hingga terdapat pihak yang masuk pusaran korupsi. Tindakan yang dilakukan calon tunggal maupun pendukungnya selama ini juga bertolak belakang.

“Sehingga, kotak kosong tentunya menjadi nyata terbukti baik. Begitu pula dengan para pendukung serta pembelanya. Dan tiba saatnya rakyat berdaulat !,” ucap Rijal.

2 Komentar

  1. 62372 296220 Spot on with this write-up, I truly think this site needs much more consideration. Ill probably be once more to read a lot much more, thanks for that info. 442458

  2. 703357 264574Hey there. I want to to ask a little somethingis this a wordpress internet log as we are preparing to be transferring over to WP. Additionally did you make this template all by yourself? Numerous thanks. 154542

Tinggalkan Balasan