SM/Adib Annas Maulana - LAKUKAN SIDAK : Forkompimca Kertek dan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo melakukan sidak makanan mengandung bahan berbahaya di pasar Kertek, Senin (26/4).

WONOSOBO, SM Network – Petugas gabungan yang terdiri dari Forkompimca Kertek dan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo menggelar sidak peredaran makanan mengandung bahan berbahaya di pasar Kertek, Senin (26/4). Dari hasil monitoring, masih ditemukan sejumlah makanan yang mengandung formalin hingga makanan menggunakan pewarna pakaian.

Camat Kertek Muhammad Said mengatakan, petugas gabungan melaksanakan kegiatan pemeriksaan, pengecekan dan pengujian bahan makanan yang ada di pasar dan toko makanan di sekitar pasar Kertek. Dari hasil sampling yang dilakukan, masih ditemui bahan makanan yang mengandung formalin. Ada pula bahan makanan yang sudah kadaluarsa namun masih diperjual belikan.

“kita tadi mengambil sampel makanan di pasar Kertek. Sampel makanan yang sudah diambil kemudian langsung dicek oleh Dinas Kesehatan. Ada beberapa makanan mengandung pewarna sintetis masih kita jumpai. Ikan asin berformalin juga ada,” ujarnya kepada Suara Merdeka, Senin (26/4).

Dengan adanya sidak tersebut, Said berharap pedagang tidak menjual lagi bahan makanan yang mengandung formalin. Masyarakat juga diminta lebih selektif dalam memilih bahan makanan sebelum dibeli.

“Masyarakat harus lebih hati-hati dalam memilih bahan makanan. Cek terlebih dahulu sudah kadaluarsa atau belum. Jangan sampai malah membahayakan dirinya sendiri. Untuk para pedagang juga saya minta untuk tidak menjual makanan seperti itu lagi,” tandasnya.

Dengan ditemukannya makanan yang mengandung formalin dan pewarna sintetis, petugas gabungan memberikan arahan dan perintah kepada pedagang yang menjual untuk tidak menjual lagi atau mengambil stok barang tersebut. Serta menandatangani surat pernyataan tidak akan menjual kembali.

Dalam kesempatan tersebut, Said juga memberikan sosialiasi kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Peningkatan jumlah pengunjung selama Ramadhan berpotensi menyebarkan Covid-19 jika tidak taat protokol kesehatan. Masyarakat, kata Said, juga harus berhati-hati karenabanyak terjadi tindak kriminalitas seperti pencopetan saat pasar ramai.

Senada dengan Said, petugas Dinas Kesehatan Wonosobo Supiyatmoko mengakui masih ditemukan sebagian makanan yang positif mengandung formalin serta pewarna makanan sintetis. Hal itu terungkap dari hasil pemeriksaan yang langsung dilakukan oleh petugas. Menurutnya, bahan seperti formalin tidak seharusnya digunakan sebagai bahan pengawet makanan.