Badan Otorita Borobudur Siapkan Wisata Downhill

MUNGKID, SM Network – Pada tahun 2018 Badan Otorita Borobudur (BOB) telah membuat kawasan otoritatif dengan nama Borobudur Highland, yaitu sebuah produk antara atau yang sering disebut etalase, dalam bentuk glamours glamping. Borobudur Highland digagas untuk menarik para investor untuk memahami bahwa Borobudur Highland Menoreh, merupakan kawasan yang pantas untuk dijadikan kawasan pariwisata.

Di tahun 2020 ini, BOB berencana menguatkan kawasan tersebut dengan menambah dua inovasi pariwisata baru. Yaitu downhill (sepeda gunung), yang berada di kawasa D’loano dan wisata Bukit Jaran.

Dipilihnya jenis cabang olahraga tersebut sebab saat kunjungan dua menteri beberapa waktu lalu di kawasan BOB berstatemen untuk membuat wisata kesehatan yang akan menjadi kekuatan untuk menarik wisatawan manca negara.

“Nah kita merespon itu dengan membuat downhill, nah di sana nanti ada tiga track. Panjang masing-masing track yaitu 1,2 Km, 1,3 Km dan 3 Km,” terang Direktur Pemasaran Pariwisata, Agus Rochiyardi.

Nantinya di jalur sepanjang tiga Km ini akan lebih banyak melibatkan penduduk desa, karena akan masuk menyusur ke desa-desa. Agus berharap agar desa akan ikut terlibat dengan adanya kegiatan wisata downhill tersebut. “Jangan sampai kita mempunyai kegiatan, desa di sekitar kita itu tidak terlibat,” terangnya.

BOB akan mengembangkan wisata bukit Jaran yaitu semacam gardu pandang yang esensinya sama dengan gardu pandang yang lain, namun memiliki konsep beda dari yang lain. “Esensinya sama tetapi kita mengundang arsitek atau desainer internasional dengan konsep kita melihat Borobudur dari Yogyakarta tepatnya di Kulonprogo,” jelas Agus.

Sementara itu, Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BOB, Bisma Jatmika mengatakan bahwa persiapan untuk wisata olahraga downhill sudah dibuatkan track/jalurnya dan telah dicek oleh Union Cycliste Internationale (UCI).

“Track tersebut sudah layak dan aman untuk digunakan. Sedangkan untuk Bukit Jaran, sedang dalam tahap perencanaan,” jelas Bisma.
Menurut Bisma, wisata Bukit Jaran sendiri harus memiliki hubungan yang lebih terasa antara kawasan BOB dengan Candi Borobudur. Sebab Borobudur ini merupakan sesuatu yang Anker Atraction.

“Nah kita menikmati Borobudur dari situ, dan kita memang ada cita-cita di anjungan pandang tersebut. Konsepnya menyampaikan, seperti ada story tellingnya bagaimana kita memahami Borobudur dan sekitarnya menggunakan teleskop untuk bisa melihat Candi Borobudur dan sekitarnya,” paparnya.

Rencananya, tidak hanya satu kali penyelenggaraan saja. Namun akan dibalut dalam rangkaian dalam kejuaraan. “Dan di kick off untuk tahun ini ada di tempat kami, dan itu bagaimana desanya juga siap. Desa itu ada di Desa Sedayu yang saat ini ada Pasar Menoreh, ini akan menjadi activitynya. Jadi mereka akan menerima tamu dan mendapatkan manfaatnya itu,” ujar Bisma.

Selain Desa Sedayu pihaknya juga telah mempersiapkan Desa Benowo menjadi jalur track downhill. “Saat ini kan masuk ke Desa Sedayu tapi nanti kita akan masukkan Desa Benowo. Secara jalur jalan mobil, itu kondisi jalannya masih kurang bagus. Karena itu akan kita hubungkan activity tersebut dengan fun bike jadi sama-sama, Desa Benowo mendapatkan manfaat,” pungkasnya.


Dian Nurlita

Tinggalkan Balasan