Bacok Tetangga, Warga Kajoran Diamankan Polisi

MUNGKID, SM Network – Seorang pelajar yang merupakan warga Kecamatan Kajoran, ditangkap Unit Reskrim Polsek Kajoran Polres Magelang. Hal tersebut diduga pelajar berinisial MGP (18) telah melakukan penganiayaan terhadap korban FK (36), lantaran sering membawa pergi saudara perempuan tersangka sehingga membuat malu keluarga tersangka.

Diketahui bahwa korban FK merupakan warga Desa Kwaderan, Kecamatan Kajoran. Sebuah golok yang digunakan untuk membacok korban juga disita sebagai barang bukti, Minggu (20/12). Kapolsek Kajoran Iptu Edi Suryono, saat wawancarai menyebutkan bahwa tersangka dengan inisial MGP (18) ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan dengan barang bukti sebuah golok yang digunakan untuk melukai korban.

“Benar, tersangka kami tangkap dirumahnya dan barang bukti golok langsung kita lakukan penyitaaan guna pembuktian perkara” ujar Kapolsek Kajoran, Selasa (22/12). Berdasarkan hasil pemeriksaan, Edi menjelaskan bahwa tersangka melakukan perbuatanya karena korban FK sering membawa pergi saudara perempuan tersangka sehingga membuat malu keluarga tersangka.

“Awal mula kejadian tersangka, MGP datang ke rumah korban FK bersama saksi DAP. Sesampainya di rumah korban FK, kemudian tersangka MGP mengetuk pintu rumah korban. Saat korban membuka pintu tersangka menghunus golok dan langsung mengarahkan sabetan golok ke arah tubuh korban,” papar Iptu Edi.

Melihat perbuatan tersangka yang mengancam jiwanya, korban melarikan diri ke samping rumah. Namun tersangka mengejar korban dan akhirnya berhasil membacok korban, dan mengenai dada kiri bagian atas setta pundak kiri korban. Seketika itu darah dari tubuh korban mengucur deras, dan saksi TL menolong korban FK. Sementara saksi DAP Melerai tersangka.

“Saat ini korban masih menjalani perawatan luka akibat terkena senjata tajam (golok) di Rumah Sakit Tidar Magelang,” terang Edi.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal penganiayaan yang mengakibatkan luka berat. “Tersangka kita sangkakan pasal 351 ayat (2) dengan ancaman pidana paling lama lima tahun penjara,” imbuh Kapolsek Kajoran.

Iptu Edi juga menambahkan, berdasarkan perkembangan penyidikan tersangka pada hari Senin (21/12), dilakukan penahanan pada tersangka.”Tersangka dalam proses penyidikan kita lakukan penahanan selama 20 hari kedepan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan