Ayah Pembakar Anak Hingga Tewas Ditetapkan Sebagai Tersangka

TEMANGGUNG, SM Network – Pihak Kepolisian Resort (Polres) Temanggung akhirnya menetapkan Aji Firmansyah (37), sebagai tersangka. Warga Dusun Tempuran, Desa Losari, Kecamatan Tlogomulyo ini membakar anaknya ALF (12) menggunakan bensin hingga akhirnya korban meninggal dunia.

“Setelah memeriksa 21 orang saksi, menyita barang bukti dan menguji barang bukti di dan hasil olah TKP di Labfor, kemudian hasil autopsi pada jasad korban, kita telah menetapkan status tersangka kepada saudara ALF. Kita juga sudah melakukan interogasi awal kepada yang bersangkutan,”ujar Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali, Kamis (4/6) malam.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka namun ALF belum ditahan sebab saat ini masih harus menjalani perawatan intensif di RSUD Temanggung. Dengan alasan kemanusiaan maka saat ini pihak kepolisian masih menunggu proses penyembuhan. Namun begitu untuk proses hukum tetap berjalan.

Ali menerangkan, bahwa kronologi kejadian bermula dari korban hendak bermain lebaran ke tetangga desa, namun oleh ibunya dinasehati bahwa saat itu tidak boleh keluar dari desa sebab 2 hari berturut-turut sudah pergi berjsama teman-temannya. Namun AF menjawab “ah luweh” (ah biar). Mendengar jawaban itu tersangka naik pitam mengambil jerigen dan selang untuk mengambil bensin lalu disiramkan ke tubuh ALF dan menyalakan korek, sambil berkata “tak obong kowe-tak obong kowe. nek dikandani ma’e kui ojo ngeyel wae”.

“Setelah itu tiba-tiba api menyala langsung menjalar ke tubuh korban, tersangka yang menurut pengakuannya hanya berniat menakut-nakuti ini bingung, berlari ke belakang mengambil air di ember, tapi saat berlari air tumpah lalu berusaha membopong korban tapi badannya ikut terbakar. Tetangga pun akhirnya mengetahui keributan ini lalu memberikan pertolongan dengan menyiramkan air dan membawa korban ke rumah sakit, tapi nyawa ALF yang kemudian di bawa ke RS Sarjito tidak bisa diselamatkan dan meninggal dunia pada Kamis (29/5),”katanya.

Akibat perbutannya tersangka dijerat Pasal 44 ayat 3 UU No 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan atau Pasal 76 C Jo Pasal 80 ayat 3 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan atau Pasal 187 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.


Raditia Yoni Ariya

Tinggalkan Balasan