Awal Tahun, Tiga Kasus DBD di Wonosobo

WONOSOBO, SM Network – Awal tahun 2020 Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonosobo mencatatkan tiga kasus Demam berdarah dengue (DBD) yang tersebar di dua kecamatan yaitu satu kasus di Desa Capar Kecamatan Kertek dan dua kasus orang lainnya berasal dari Kecamatan Sapuran.

PLT Kepala Dinkes Wonosobo Junaidi mengatakan bahwa adanya temuan tiga kasus di awal tahun 2020 ini adalah murni kasus DBD impor atau kasus yang berasal dari daerah lain. Hal itu dikuatkan dengan hasil penyelidikan epidemiologi yang membuktikan bahwa tidak adanya nyamuk Aedes Aegepty.

” Iya memang diawal tahun ada tiga kejadian, itu semuanya impor karena bisa diketahui secara langsung berada di tempat terpisah di berbagai lokasi, kalau itu ada di satu tempat bisa dikatakan murni domisili dan harus ada penanganan cepat,” ujar Junaidi yang ditemui di kantornya akhir pekan lalu.

Meskipun temuan itu impor, lanjut Junaidi, pihaknya akan terus memantau ketat penyebaran penyakit akibat gigitan nyamuk tersebut dimusim penghujan ini. Berdasarkan data pada tahun 2018 tercatat sebanyak 41 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), dan 79 kasus Demam Dengue (DD), sedangkan data sampai dengan bulan Juli 2019 sebanyak 51 kasus DBD dan 183 DD.

” Rata-rata kasus tersebut memang impor atau dari daerah lain selepas musim hujan kemudian disusul musim kemarau,” ungkap Junaidi.

Junaedi menghimbau kepada msyarakat untuk terus berpola hidup sehat. Sekaligus menerapkan pola 3 M plus yaitu mengubur barang bekas, menguras tempat penampungan air dan menutup tempat penampungan air sedang kan plus nya adalah hindari gigitan nyamuk, tidur pakai kelambu, dan memakai obat nyamuk.

” Meskipun wonosobo ini bukan tempat endemik nyamuk bahaya itu, tetapi mesti tingkatkan kebersihan, karena nyamuk itu kan tumbuh di tempat yang bersih,” katanya.

Siklus Nyamuk

Selaras Dengan Junaidi, Jaelan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas kesehatan Wonosobo mengatakan bahwa Butuh tujuh hari untuk menyempurnakan siklus nyamuk dari mulai telur hingga menjadi nyamuk dewasa yang siap menyebarkan virus dengue tersebut. Kabupaten Wonosobo merupakan kabupaten yang angka penyebaran nyamuk DBD maupun DD rendah, hal itu dikarenakan cuaca dingin Wonosobo yang menghambat siklus nyamuk tersebut.

“ Butuh tujuh hari untuk menyempurnakan siklus, sedangkan dengan dinginnya Wonosobo nyamuk yang dala proses siklus tersebut belum genap tujuh hari sudah mati,” Kata Jaelani yang ditemui di kantornya belum lama ini.

Meskipun masih dalam musim penhujan, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan penyakit. Berdasarkan penelitian, kata jaelan, musim kemarau daya jelajah nyamuk lebih luas daripada musim lainnya, dikarenakan selama musim penghujan daya jelajah nyamuk akan terbatasi oleh curah hujan, selain itu telur, larva, hingga nyamuk dewasa yang berada di genangan-genangan air dipastikan hanyut terbawa derasnya hujan.

“ Dimusim kemarau daya jelajah nyamuk sekitar 100 meter, bahkan bisa mencapai 200 meter dengan dibawa angin, sehingga mulai sekarang harus dibiasakan berpola hidup sehat, itu adalah sebagai bentuk antisipasi,” kata Jaelan


M Nur Chakim

1 Komentar

  1. 602119 313356dude this just inspired a post of my own, thanks 728610

Tinggalkan Balasan