Waspada, Bencana Longsor Masih Ancam Wonosobo

WONOSOBO, SM Network – Meski 2020 baru menginjak 11 hari sedikitnya sudah terdapat 10 titik longsor yang terjadi di Wonosobo. longsor masih terus melanda Wonosobo akibat curah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur sebagian besar wilayah Wonosobo dalam sepekan ini. Hal tersebut perlu diwaspadai mengingat sebagian besar wilayah Wonosobo berada di daerah perbukitan dan pegunungan yang berisiko tinggi terjadi tanah longsor maupun pergeseran tanah.

“Setidaknya sudah terjadi 10 longsor yang menimbulkan kerugian materi langsung pada warga di awal tahun ini. Masyarakat perlu waspada terlebih telah menimbulkan korban jiwa saat longsor mnimpa rumah warga di Desa Banyukembar Kecamatan Watumalang. 10 titik longsor tersebut hanya yang menimbulkan kerugian langsung pada warga seperti menimpa rumah warga, belum lagi yang kecil-kecil seperti longsor di pinggir jalan maupun jalan yang amblas,” ujar Kepala Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Wonosobo, Zulfa Akhasn saat dihubungi, Jumat (10/1).

Menurutnya hampir semua wilayah di 15 Kecamatan yang ada di Wonosobo berisiko tinggi terkena bencana tanah longsor, hanya Kecamatan Selomerto yang berisiko kecil terkena dampak bencana tersebut. Dari 15 Kecamatan yang ada, Kecamatan Watumalang, Sukoharjo, dan Kejajar masih menjadi penyumbang terbanyak bencana tersebut. Melihat tingginya curah hujan di Kabupaten Wonosobo belakangan ini, pihaknya mengimbau kepada masyarakat Wonosobo untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Utamanya warga yang tinggi di dekat perairan sungai atau tebing-tebing tinggi.

“Selain meminta informasi dari pemerintah soal ancaman bencana, diharapkan warga atau kelompok masyarakat aktif melakukan pengamatan terhadap lingkungan sekitar. Jika ada ancaman yang segera membuat langkah antisipasi,” katanya.

Selain itu, pada saat musim penghujan, pemerintah desa dan juga pemerintah kelurahan perlu melakukan upaya kerja bakti massal melancarkan saluran air di lingkungan masing-masing agar saat turun hujan, debit air naik, saluran drainase dalam posisi bersih dan bebas sampah.

“Hal –hal kecil yang bisa kita lakukan ya diantaranya membersihkan lingkungan. Utamanya saluran air dari berbagai macam jenis sampah,” pungkasnya.


Adib Annas Maulana

Tinggalkan Balasan