Atlet Diharapkan Tetap Berprestasi Ditengah Pandemi

TEMANGGUNG, SM Network – Kendati di masa pademi Covid-19 ini ruang gerak atlet menjadi terbatas, namun Komite Olah Raga Nasional (KONI) Kabupaten Temanggung berharap para atlet tetap berprestasi. Meski untuk sejumlah cabang olah raga tidak bisa dilakukan seperti biasa namun bisa berjalan secara virtual. Kemudian untuk latihan masing-masing atlet dari semua cabor tetap harus berjalan, sebab mengasah kemampuan itu harus setiap saat demi untuk prestasi yang tidak bisa instan.

“Meski di masa pandemi Covid-19 namun atlet harus tetap berprestasi dan masih ada kompetisi secara daring, seperti karate, pencak silat, kempo, wushu namun tidak ada pertandingan, tapi memperlihatkan keindahan gerakannya secara seni, lalu ada brigde, catur, senam. Untuk yang lain meski tidak ada kompetisi bukan berarti diam, tapi tetap berlatih dan jika pandemi berlalu mereka sudah siap berlaga untuk meraih prestasi,”ujar Ketua Koni Temanggung Tomy Eko Kartika di sela-sela verivikasi anggaran, kemarin.

Diakuinya, adanya pademi ini merubah kebiasaan yang ada, seperti dalam hal dana yang semestinya Koni Temanggung mendapatkan kucuran dari pemerinta melalui APBD II Kabupaten Temanggung, sebesar Rp 4,2 miliar kini terpotong Rp 2,34 miliar, menjadi Rp 2,061 miliar. Pasalnya, sebagian dana dialihkan untuk penanganan Covid-19. Namun demikian, Tomy tetap bersyukur dan beterimakasih kepada Pemkab Temanggung dan DPRD Temanggung yang masih memperhatikan atlet-atlet dengan bantuan dana.

“Dengan tetap latihan kalau nanti pandemi ini sudah berlalu para atlet bisa berlaga di Porprov dan Dulongmas yang kini ditunda, seharusnya Dulongmas diadakan September 2020 di Pekalongan tapi ditunda. Sebenarnya kita menaruh harapan besar di Porprov sebab tahun lalu kita rangking 4. Pada kesempatan ini kami ucapkan terimakasih kepada Pemkab dan DPRD yang meski di masa pandemi tapi tetap ada bantuan untuk para atlet Temanggung,”katanya.

Disebutkan, Koni Temanggung mewadahi sedikitnya 35 cabang olahraga (Cabor), dan 2 badan fungsional. Dari sekian banyak cabor ini yang telah menorehkan prestasi antara lain, basket, taekwondo, catur, arung jeram, balap sepeda, menembak, dan lain-lain. Di masa pandemi ini Koni tetap melakukan monitoring dan evaluasi terhadap latihan para atlet dan di setiap kegiatannya.

Langkah itu untuk mengetahui apakah dana yang diberikan benar-benar digunakan sebab hal ini merupakan bagian dari pertanggung jawaban. Lalu di masa pandemi ini pihak Koni Temanggung pun dalam verikasi anggaran dilakukan secara terbuka, semua pengurus cabang olahraga diminta untuk mengajukan permintaan lalu diverifikasi, tapi jika sampai dengan Desember 2020 sama sekali tidak ada kegiatan dana harus dikembalikan kepada negara.

Kabid Bidang Prestasi Koni Temanggung Ripto Susilo mengatakan, keterbukaan atau transparansi anggaran sangat penting dilakukan agar tepat sasaran dan dengan prinsip anggaran berbasis prestasi dengan target minimal perunggu. Dia mewanti-wanti setiap cabor untuk bisa bertanggung jawab baik dari sisi administrasi juga dari sisi hukum jangan sampai kelak ada persoalan di kemudian hari.

“Saya yakin adanya pandemi ini membuat pembiayaan menjadi berkurang, tapi dana Rp 2,061 miliar dari pemerintah harus betul-betuk bisa dipertanggung jawabkan sesuai ketentuan yang ada. Dana hanya boleh digunakan untuk keperluan penunjang prestasi misal cabang voli beli net atau bola, boleh tapi tidak boleh untuk sarana prasarana seperti komputer itu tidak boleh,”katanya.


Raditia Yoni Ariya/K41

6 Komentar

  1. Like!! I blog frequently and I really thank you for your content. The article has truly peaked my interest.

  2. I like this website very much, Its a very nice office to read and incur information.

  3. 931136 379294cleaning supplies need to have earth friendly organic ingredients so that they do not harm the environment 782376

Tinggalkan Balasan