Atasi Dampak Korona, Guru Honorer Berdayakan Warga Membuat Cireng

KEBUMEN, SM Network – Kesulitan ekonomi dampak korona diatasi seorang guru honorer pada salah satu SD di Kebumen dengan memberdayakan warga membuat cireng.

Berbekal dari melihat video youtube tentang cara membuat cireng, Sulthon Nashir (36) warga RT 02 / RW 04 Kelurahan Bumirejo Kecamatan Kebumen, sekarang mampu mengerjakan sekitar 8 orang untuk bersama-sama mendulang rupiah di tengah pandemi Covid-19.

“Ide ini berawal saat mulai ada korona di Kebumen. Di mana saat itu aktivitas sebagian masyarakat harus dilakukan dari rumah,” ungkapnya.

Sulthon pun memilih berwirausaha sekaligus bmemberdayakan warga sekitarnya.

‘’Mengapa saya memilih cireng, karena makanan ini merupakan makanan ringan dan banyak diminati masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Toton itu.

Adapun untuk bahan dan proses pembuatannya terbilang sangat mudah dan tidak menggunakan bahan pengawet. Makanan berbahan tepung tapioka ini dengan bumbu ketumbar, merica, gula dan bawang putih. Adonan itu dikemas dan siap dipasarkan.

Untuk memasarkannya, Sulthon lebih sering memamfaatkan media sosial seperti facebook, whatsaap, twitter, dan instagram, dengan harga Rp 10.000 perbungkus isi 10 cireng beserta sambal rujaknya.

Makanan yang akronim dari aci / tepung digoreng tersebut lebih nikmat disantap saat masih hangat. “Tambah nikmat saat dicocol dengan sambal. Pasti jos,” imbuh Sulthon.

Hingga kini, cireng yang diberi label ‘’Cireng Pak Toton’’ itu sudah dikenal hingga luar Kebumen, seperti Bali, Cilacap, Banyumas, dan Yogyakarta. Untuk perharinya rata-rata terjual 70 hingga 100 bungkus dengan tiga varian seperti cireng salju, cireng sosis, dan cireng sambal tempe.

Sementara itu, Ketua RT 02 / RW 04 Kelurahan Bumirejo Suprapto berharap agar kegiatan produktif ini bisa menjadi inspirasi warga lainya. Terlebih di tengah pandemi Covid-19, di mana kegiatan sebagian warga harus banyak dilakukan dari rumah.

Salah satu pelanggan cireng Wikan Tris Junanto mengatakan, cireng buatan Toton atau Sulthon memiliki cita rasa yang sangat berbeda dari cireng pada umumnya.

” Enak, gurih, dan tidak menggunakan bahan pengawet. Ini saya suka dan saya setiap hari membelinya,’’ ucap Wikan.


Arif Widodo/K5

Tinggalkan Balasan