foto - istimewa

SLEMAN, SM Network – Asrama Haji Yogyakarta yang berlokasi di kawasan ring road utara bakal dijadikan tempat karantina bagi orang dalam pemantauan (ODP), dan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.

Persiapan telah dilakukan oleh pengelola Asrama Haji, termasuk menata ruangan agar sesuai standar. Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag DIY Sigit Warsito menjelaskan, keseluruhan terdapat 268 kamar. Namun untuk tahap awal disiapkan sebanyak 26 kamar standar, dan 6 kamar VIP. Masing-masing untuk dua orang dengan bed terpisah, kecuali dua kamar VIP yang hanya diisi single bed.

“Tahap awal ini, ruangan yang disiapkan berada di gedung Muzdalifah. Kami hanya menyediakan tempat, nanti ada tim medis tersendiri yang rutin memantau,” katanya, kemarin.

Tempat karantina juga telah disetting sesuai arahan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman untuk mendukung kesehatan para penghuninya. Benda-benda di dalam ruangan yang dimungkinkan mudah terkontaminasi virus juga sudah disingkirkan.”Semisal, gorden dilepas. Nanti tiap hari akan ada penyemprotan dan dipel supaya bisa lebih steril,” ucapnya.

Untuk mendukung program karantina tersebut, karyawan di Asrama Haji dibekali bimtek terkait protokol pelayanan terhadap orang yang menjalani isolasi kesehatan. Bimbingan ini utamanya diberika kepada petugas kebersihan dan satpam yang melayani 24 jam. Berdasar hasil koordinasi bersama tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Asrama Haji akan menampung ODP yang belum memiliki tempat tinggal atau ditolak oleh warga.

Fasilitas karantina di asrama itu juga diperuntukkan tenaga medis yang merawat pasien Covid-19 namun warga sekitar tempat tinggalnya keberatan karena khawatir terpapar. Asrama ini juga bisa digunakan oleh PDP yang kondisi kesehatannya sudah membaik bahkan telah dinyatakan sembuh, tapi belum bisa pulang ke rumah.”Kebutuhan pokok dan pribadi penghuni tempat karantina juga sudah dipikirkan oleh Dinsos selaku leading sector,” tutupnya.


Amelia Hapsari/Kim