SM/Asef F Amani - AS WINNER: Paslon nomor 1, Aji Setyawan dan Windarti Agustina (As Winner) saat datang ke KPU untuk mendaftar Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang tahun 2020.

MAGELANG, SM Network – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang nomor urut 2, Aji Setyawan dan Windarti Agustina (As Winner) bakal menerima dengan lapang dada apapun hasil dari perhitungan yang dilakukan KPU. Bahkan, keduanya merasa bangga dapat meraih hasil 40% dari quick count tanpa mencederai cara pelaksanaannya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh partai pengusung, relawan, tokoh masyarakat, ormas, laskar, paguyuban, dan seluruh masyarakat yang bersama dengan kami ikut memenangkan pasangan Aji-Windarti,” ujarnya seperti yang diunggahnya di media sosial, Minggu (13/12).

Putra sulung dari Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito itu merasa terhormat atas pengorbanan semuanya siang dan malam dalam mengikuti kontestasi di Pilkada kali ini secara sportif dan gentle dalam proses pelaksanakannya.

“Kalian semua luar biasa, tapi kami mohon maaf belum bisa memberikan yang terbaik,” katanya.

Pria 30 tahun yang lihai bermain gitar itu meminta kepada para pendukungnya untuk tetap tegakkan kepala dan bangga atas capaian yang sudah diraih. Sebab, ia mengaku secara terhormat dapat memberikan contoh bagi seluruh masyarakat Kota Magelang.

“Kepada Pak Aziz dan Pak Mansur, saya ucapkan selamat atas perolehan hasil quick qount. Kami berharap semoga apa yg dijanjikan dapat terealisasi dan mengayomi seluruh masyarakat Kota Magelang. Ayo jaga kondusivitas dan jaga kemajemukan kita dengan bingkai Pancasila,” ungkapnya.

Dari data yang dirilis KPU Kota Magelang per Minggu (13/12) jam 15.00, terhitung Paslon Nomor 1, dr HM Nur Aziz dan KH M Mansyur (Aman) memperoleh 59,8% atau 39.798 suara. Sementara lawannya, Paslon no 2 As Winner meraih 40,2% atau 26.722 suara.

Sebelumnya, Ketua Tim Pemenangan Paslon As Winner, Budi Prayitno menyatakan sikap menunggu hasil resmi dari KPU. Sebab, hasil dari perhitungan cepat dinilai bisa benar bisa pula salah.

Sambil menunggu hasil resmi KPU, pihaknya terus menghimpun masukan dari tim advokasi humum terkait temuan-temuan di lapangan.

“Perhitungan cepat dari internal kami memang ada dan hampir sama hasilnya dengan pihak sebelah, tapi kami bersikap tetap menunggu hasil resmi dari KPU. Sambil menerima masukan dari tim advokasi soal temuan di lapangan, karena isunya terstrukru dan massif (TSM),” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here