Foto : Dok Pri

Menekuni dunia public speaking dan siaran di televisi sepertinya sudah menjadi jiwa raga Tifa. Berbagai acara televisi baik lokal hingga nasional pernah ia gawangi.

“Selain siaran, aku juga menekuni dunia MC (Master of Ceremony) berbagai event seperti gathering, seminar, talkshow, wedding, serta live in concert penyanyi ternama” terang perempuan bernama lengkap Latifah Nur Muslimah.

Ibu dua orang anak ini sejatinya adalah Sarjana Teknik Arsitek namun semenjak pengalaman menjadi panitia ospek sebagai protokoler serta diminta menjadi MC di acara-acara kampus , membuat pencapaian yang sangatlah berarti seperti sekarang ini.

“Yang lucu adalah saya menempuh jurusan teknik arsitektur tapi malah berharap bisa bekerja di media nantinya, haha. Sedikit merasa bersalah karena agak menyimpang, tapi saya tahu yang saya tuju” ungkapnya saat ditemui Suara Merdeka.

Seiring berjalannya waktu beragam tawaran berdatangan, moderator seminar/talkshow, VO (voice over talent), dan sesekali sharing, mengisi materi public speaking serta menjadi presenter/TV Host di event-event. Hingga pertengahan kuliah ia rasakan semakin kuat getaran passion di dunia public speaking dan broadcasting.

Wanita yang pernah menjadi reporter di salah satu stasiun TV nasional, TRANS|7, di Jakarta ini juga sempat disinggung orang apakah tidak takut mengambil rejeki orang karena tidak berlatar belakang komunikasi.

Ia juga diremehkan mengenai kemampuan public speaking karena dianggap tidak memiliki background komunikasi. “Ternyata semakin dianggap lemah itu yang menjadi kekuatan saya untuk membuktikan yang sebaliknya. Sempet minder dan ragu apa iya yang berhijab bisa eksis dan bertahan di pekerjaan broadcasting? Tapi ternyata makin kesini makin banyak kemudahan dan banyak juga perempuan berhijab yang berada di depan layar”ujar wanita yang juga kerap diendorse sejumlah produk dan mengambil project photoshoot.

Karena Sang Ibunda yang sakit keras, Tifa memutuskan berhenti dan kembali ke kampung halaman. “Sempat vakum selama setahun karena ibu sakit dan harus fokus untuk mengurusnya, di awal 2013 secara nggak sengaja saya coba masukin lamaran dan mengikuti tes di salah satu TV lokal Jogja (ADiTV) yang akhirnya mengantarkan saya untuk mencicipi lebih jauh pengalaman siaran di TV lokal Jogja lainnya”, jelas finalis Hijab Hunt 2014.

Sekian tahun sempat hilir mudik di beberapa TV lokal karena banyaknya tawaran dan diajak narsum atau pihak TVnya sendiri, namun Tifa saat ini saya lebih memfokuskan diri bersiaran di ADiTV yang membesarkan namanya. Wanita cantik ini juga membocorkan prinsip hidup, “Do what you want, Do what you love, Do what you must, lakukan apa yang kamu inginkan (keinginan dan kebutuhanmu), lakukan apa yang kamu cintai (hobbymu atau apapun hal yang membuatmu merasa terus hidup), lakukan apa yang harus kamu lakukan (tugas, kewajiban, dan hal-hal utama lainnya).

Jadilah merdeka dengan dirimu sendiri, Jangan pasrah dijajah kekhawatiran akan hal-hal yang belum terjadi karena hidup hanya dititipkan sekali dan sayang jika hanya jadi penggembira. Trial and error? itu biasa! Nekat dan percaya diri menjadi bumbu, apalagi mumpung masih muda banyak kesempatan bertebaran. “Percaya dengan kata hati dalam melakukan apapun. Kuncinya disyukuri dan dinikmati. Semuanya diniatkan ibadah”, pungkasnya


Dananjoyo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here