Area Parkir, Screening Awal yang Sering Dilupakan

MUNGKID, SM Network – Screening awal sering merupakan tahapan pencegahan covid-19 yang sering terlupakan di tempat atau destinasi wisata. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti. Menurutnya, lokasi atau area parkir disuatu tempat destinasi wisata harus benar-benar dipersiapkan untuk menscreening para pengunjung yang datang.

“Terkadang para pengelola destinasi wisata lebih fokus pada penerapan protokol kesehatan yang ada di dalam lokasi wisatanya saja. Padahal titik pertama yang paling kompleks justru ada di area parkir, maka ini yang harus dipersiapkan lebih dahulu,” jelas Retno, Senin (29/6).

Area parkir di suatu tempat destinasi wisata, Lanjut Retno, sangat perlu untuk dipersiapkan secara berlapis, mulai dari kedatangan mobil transportasi, pengecekan suhu tubuh bagi para pengunjung yang turun dari kendaraan, tempat mencuci tangan, ruang istirahat para supir yang menerapkan social distancing (jaga jarak), pengecekan kesehatan bagi para pedagang yang berada di area parkir, hingga ruangan khusus bagi para pengunjung jika tidak bisa masuk karena alasan kesehatan (tidak memenuhi syarat secara kesehatan protokol Covid-19).

“Coba bayangkan apabila ada pengunjung yang tidak lolos pengecekan kesehatan, bagaimana perlakuannya. Alangkah baiknya disiapkan tempat khusus tersendiri yang juga nyaman. Lalu para pedagang yang sering ada di area parkir, itu juga harus dipikirkan kesehatannya dan di edukasi. Selain itu para supir juga harus diberikan tempat khusus supaya tidak bergerombol dengan supir yang lain, apalagi mereka berasal dari berbagai kota mungkin,” papar Retno.

Hingga saat ini, pihak Dinkes Kabupaten Magelang sendiri masih melakukan kajian dan pendataan desa mana saja yang masih berwarna hijau (aman) sebagai acuan untuk bisa dilakukannya kegiatan perekonomian salah satunya di sektor pariwisata. “Untuk di wilayah Borobudur sendiri hampir setiap desa sudah tidak hijau, dengan catatan ada ODP, PDP, dan terkinfirmasi positif Covid-19. Nah, kami akan lebih petakan lagi desa mana yang paling aman. Nanti kita akan bagi per kategori. Contoh saja desa A jumlah ODP 2, PDP 1, terkonfirmasi positif 0, berarti desa tersebut masuk dalam kategori aman,” jelas Retno.


Dian Nurlita

Tinggalkan Balasan