APTI Desak Pemerintah Segera Berlakukan Pengaturan Impor Tembakau

TEMANGGUNG, SM Network – Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Agus Parmuji mengatakan, secara ekonomi para petani tembakau saat ini sudah sangat terdesak dengan keadaan, mulai dari kenaikan cukai dan kini kembali dihantam pandemi virus korona. Oleh karena itu, untuk meringankan beban, petani meminta pemerintah agar pengaturan impor tembakau segera diberlakukan demi untuk melindungi kedaulatan petani tembakau Indonesia.

“Kami berharap dengan kondisi saat ini pengaturan impor tembakau segera diberlakukan atau pemerintah segera mengaplikasikan Permentan 23 tahun 2019 tentang Rekomtek tembakau demi melindungi kedaulatan petani tembakau nasional. Adanya wabah korona kemudian pemerintah membatasi ruang gerak bagi setiap warga, dikhawatirkan kementerian terkait atau pemerintah pusat akan membuat arah kebijakan yang kurang sehat atau tidak pro kedaulatan bagi petani tembakau,”ujarnya kemarin.

Dalam situasi masyarakat desa dan petani sedang berjuang, bergotong-royong dengan pemerintah desa, kelembagaan serta kelompok kepemudaan untuk melawan korona, memang ada kekhawatiran dari komunitas petani tembakau yang menjadi bagian dari elemen ekosistem industri hasil tembakau (IHT). Kekhawatiran mereka adalah pemerintah justru membuka kran impor seluas-luasnya tanpa koordinasi dengan pelaku pertembakaun.

“Kami percaya pabrikan tetap akan membeli tembakau nasional pada masa panen tembakau. Tapi yang dikhawatirkan seperti sekarang ini industri akan mengurangi kuota pembelian karena dampak dari kebijakan kenaikan cukai dan dampak melemahnya ekonomi, imbas wabah corona yang mengakibatkan menurunnya volume penjualan rokok bagi masing-masing industri,”katanya.

Noer Ahsan petani tembakau lain, berharap kepada pihak pabrikan, agar pihak industri di masa panen segera mempersiapkan sistem dan mekanisme tentang tata niaga yang tidak melanggar aturan dan anjuran pemerintah dalam melawan penyebaran wabah virus korona. Melalui cara demikian, akan ada perputaran ekonomi meski hanya kecil.

“Kami khawatir dengan posisi dan kondisi saat ini tentang arah kebijakan pemerintah. Semoga wabah cepat berakhir dan pemerintah pusat di lintas kementerian segera membuat kebijakan yang sehat pro kedaulatan petani tembakau nasional dengan mempertimbangkan usulan dan masukan petani. Artinya, pada sisi ini tidak boleh diabaikan karena untuk menopang perekonomian juga. Saat ini petani pun harus berpikir kreatif seperti memasarkan tembakau lembutan biar dapur bisa tetap ngebul,”katanya.


Raditia Yoni Ariya/Kim

Tinggalkan Balasan