APSAI Identifikasi Buruh Perempuan Terdampak Covid-19

SLEMAN, SM Network – Pandemi Covid-19 memberi dampak luar biasa terhadap sektor usaha. Banyak perusahaan yang terpaksa mem-PHK karyawannya karena sudah tidak mampu lagi beroperasi.

Menyikapi persoalan ini, Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) berupaya membantu meringankan beban pekerja perempuan yang terkena PHK. Ketua APSAI Sleman Hermelien Yusuf mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengidentifikasi perusahaan yang dalam kondisi sekarat. Perusahaan yang didata terutama padat karya wanita seperti sarung tangan, linting rokok, dan tekstil.

“Setelah identifikasi, kami akan bekerjasama dengan perusahaan yang tidak terkena dampak pandemi untuk bisa menyalurkan CSR kepada pekerja yang terdampak,” kata Hermelien, Senin (28/12).

Saat ini, ada sekitar 50 perusahaan yang tergabung dalam APSAI. Namun demikian, perusahaan yang belum bergabung tetap diusahakan mendapat bantuan.

Selain kalangan internal, program APSAI selama pandemi juga menyasar masyarakat umun. Semisal pelatihan menyulam, baksos ke panti asuhan, dan pemberian bantuan susu pada anak-anak yang tinggal di pinggiran rel.

“Kami juga terus berpartisipasi agar Sleman dapat meraih predikat kabupaten layak anak. Mengingat, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemkab antara lain sekolah ramah anak, puskesmas, kecamatan, dan desa layak anak,” paparnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sleman Mafilindati Nuraini berharap partisipasi perusahaan di dalam APSAI bisa ditingkatkan. “Meski baru sekitar satu tahun dibentuk, APSAI selama ini cukup berperan. Harapan kami, semua perusahaan yang ada di Sleman bisa bergabung,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2020 ini, kasus kekerasan terhadap anak yang dilaporkan sebanyak 133. Jumlah itu sedikit turun dibanding tahun lalu yang tercatat 139 laporan. Mayoritas kekerasan yang dialami anak adalah bentuk psikis.

Tinggalkan Balasan