Apindo dan Serikat Pekerja Bantah Sepakati Kenaikan UMK 2021

MAGELANG, SM Network – Dewan Pengupahan Kota Magelang dari unsur organisasi pengusaha dan serikat pekerja/serikat buruh membantah telah menyepakati usulan nominal Upah Minumum Kota (UMK) tahun 2021 naik dari tahun 2020. Kedua unsur ini justru keberatan ada kenaikan.

Bantahan disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Magelang, Eddy Sutrisno dalam jumpa pers di RS Lestari Raharja Kota Magelang, Kamis (26/11). Hadir Ketua PBDI Kota Magelang Yani Supriadi, Ketua SPSI Kota Magelang Rindu Happy Pramasta, dan Ketua SPTI Kota Magelang Ari Wibowo.

“Dalam rapat Dewan Pengupahan yang digelar, Rabu (4/11), hasilnya ada lima poin. Poin terakhir anggota Dewan Pengupahan dari unsur organisasi pengusaha dan serikat pekerja/serikat buruh mengusulkan UMK 2021 sama dengan UMK Kota Magelang 2020, yakni Rp 1.853.000,” ujar Eddy.

Eddy menjelaskan, pada poin keempat hasil rapat disebutkan, unsur pemerintah dan perguruan tinggi/pakar berpendapat memberikan saran/masukan UMK 2021 ada kenaikan dan tidak memberatkan pengusaha. Namun, unsur unsur organisasi pengusaha dan serikat pekerja/serikat buruh menyatakan keberatan ada kenaikan.

“Pertimbangan di poin ini adalah Peraturan Pemerintah No 78/2015 tentang pengupahan. Nah, kami keberatan dengan kenaikan itu berdasarkan SE Menaker No M/11/HK.04/2020 yang mengatur tentang penetapan upah minumum tahun 2021 yang menyatakan upah minimum 2021 tetap,” katanya.

Dia pun menyayangkan kalau berita atau informasi yang beredar bahwa, UMK Kota Magelang 2021 naik menjadi Rp 1.914.000 dibanding UMK 2020 sebesar Rp 1.853.000 berdasarkan kesepakatan Dewan Pengupahan. Hal itu dinilainya sebagai informasi yang tidak benar.

“Kalau dikatakan usulan kenaikan itu sesuai hasil sidang Dewan Pengupahan bohong. Sebab, nyatanya kami dari organisasi pengusaha dan serikat pekerja/serikat buruh keberatan ada kenaikan,” tandas pengusaha properti dan rumah makan itu. Senada disampaikan Ketua PBDI Kota Magelang, Yani Supriadi bahwa, pihaknya keberatan dengan kenaikan UMK 2021 itu. Dijelaskannya, serikat pekerja setuju UMK 2021 tidak naik, karena memaklumi kondisi pengusaha di masa pandemi Covid-19 yang serba susah.

“Setiap tahun pengusaha selalu mengiyakan keinginan pekerja untuk upah minimum naik. Nah, di tengah kondisi seperti ini, pengusaha terganggu Covid-19, maka pekerja memaklumi kalau UMK tidak naik,” jelasnya.

Menurut Ketua SPSI Kota Magelang, Rindu Happy Pramasta, usulan tidak naiknya UMK ini teriring harapan para pekerja tidak terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Ia pun merasa percuma kalau UMK naik, ternyata diiringi dengan PHK massal.

“Kalau UMK tahun 2021 dipaksakan naik, kami khawatir akan terjadi gelombang PHK kedua setelah yang terjadi di awal-awal pandemi,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, UMK Kota Magelang 2021 disepakat Dewan Pengupahan senilai Rp 1.914.000 atau naik dari UMK 2020 sebesar Rp 1.853.000.

Kepala Disnaker Kota Magelang, Gunadi Wirawan mengutarakan, kenaikan UMK 3,29 persen ini dihitung berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan laju inflasi hingga kuarta ketiga tahun 2020. Usulan UMK 2021 ini sudah sesuai ketentuan PP 78/2015 tentang pengupahan.

“Usulan UMK ini sudah disetujui oleh Wali Kota Magelang dan sudah dikirimkan ke Dewan Pengupahan Jawa Tengah,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan