Antrean Lab Membludak, Sleman Beli Alat Pemeriksa PCR

SLEMAN, SM Network – Swab massal yang gencar dilaksanakan di sejumlah daerah, berimplikasi terhadap membludaknya antrean pemeriksaan sampel di laboratorium. Sejauh ini, di DIY terdapat enam laboratorium yang dapat menguji hasil swab yaitu Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, RSUP Sardjito, Balai Besar Veteriner Wates, RS Hardjolukito, dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY.

Laboratorium tersebut dapat menguji mulai dari puluhan hingga ratusan sampel per harinya. Khusus BBTKLPP, kapasitas tes bisa mencapai 1.000 sampel. Namun itupun masih belum memadai lantaran banyaknya sampel yang diuji.
Situasi ini, menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo, mengakibatkan keterlambatan keluarnya hasil tes. Idealnya, hanya butuh waktu satu hari untuk memperoleh hasil.

“Banyaknya sampel yang diuji, mengakibatkan keterlambatan 7-10 hari. Padahal selama ini, kita tergantung pada lab lain,” kata Joko.

Untuk memecahkan persoalan itu, Pemkab Sleman akan membeli alat pemeriksaan sampel PCR. Alat ini dapat difungsikan untuk pemeriksaan 200 sampel setiap hari. Namun mengingat harganya yang mahal yakni kisaran Rp 750 juta, pengadaan hanya berjumlah satu unit.

Piranti ini diperkirakan tiba pada pertengahan Agustus. Nantinya, alat tersebut ditempatkan di Labkesda Sleman yang berlokasi di Purwosari, Sinduadi, Mlati. Joko optimistis pengadaan alat itu akan mempercepat proses pemeriksaan sampel.
Pemkab Sleman sendiri menargetkan uji swab sebanyak 5.000 sampel yang diperhitungkan selesai sampai dengan akhir Agustus mendatang. Dari target itu, sampai saat ini baru terealisasi sekitar 2.100 sampel dimana 1.500 sasaran diantaranya adalah tenaga kesehatan.


Amelia Hapsari

Tinggalkan Balasan