Antologi Kaloka Tanah Pusaka Angkat Pariwisata Melalui Puisi

PURWOREJO, SM Network – Seratus lebih puisi yang terhimpun dalam antologi puisi Kaloka Tanah Pusaka diterbitkan oleh Kelompok Peminat Seni Sastra (Kopisisa) Purworejo. Puisi-puisi yang mengangkat tentang pariwisata Purworejo tersebut merupakan karya dari 36 penulis atau penyair.

Peluncuran antologi puisi tersebut dilakukan secara daring di Museum Tosan Aji Purworejo, Sabtu (8/8). Ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Bupati Purworejo, Agus Bastian, bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud), Agung Wibowo, serta penyerahan buku antologi kepada sejumlah penyair.

Ketua Kopisisa, Soekoso DM, menyebut ada 36 penulis/penyair Purworejo dan diaspora Purworejo yang terlibat dalam penyusunan Kaloka Tanah Pusaka. Masing-masing penyair mengirimkan tiga judul puisi yang kemudian dihimpun dalam buku antologi ke-13 Kopisisa tersebut.

“Bentuk karyanya merupakan himpunan dari 36 penyair dengan beragam tema dan penyajian, tetapi intinya adalah kepariwisataan Purworejo,” katanya.

SM/Panuju Triangga – SERAHKAN BUKU: Bupati Purworejo, Agus Bastian, menyerahkan buku antologi kepada sejumlah penyair saat peluncuran antologi puisi Kaloka Tanah Pusaka di Museum Tosan Aji Purworejo, Sabtu (8/8).
 

Penerbitan Kaloka Tanah Pusaka, lanjutnya, merupakan sumbangsih dari Kopisisa untuk mendukung Purworejo yang telah betekad menjadi daerah kunjungan wisata. Adanya literasi melalui puisi diharapkan tidak sekadar menjadi dokumentasi, tetapi juga sarana promosi.

Peluncuran Kaloka Tanah Pusaka juga menandai usia 41 tahun Kopisisa yang didirikan pada 28 April 1979. Semula direncanakan rangkaian HUT ke-41 Kopisisa akan diisi dengan berbagai kegiatan sastra seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, akibat adanya pandemi Covid-19, peringatan ulang tahun terpaksa ditiadakan. “Sehingga peluncuran antologi ini sekaligus menandai 41 tahun Kopisisa,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu Bupati juga membacakan puisi berjudul Anak Bogowonto karya Kristina Kusuma Indrawati, disusul pembacaan puisi oleh perwakilan penyair senior dan junior Kopisisa. Acara juga dilengkapi orasi sastra sekaligus bedah antologi puisi oleh sastrawan Purworejo, Dr Drs Wijaya Heru Santosa MPd, yang juga dosen Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Sarjana Wiyata Taman Siswa Yogyakarta.

Bupati Agus Bastian mengatakan, momen peluncuran buku antologi tersebut sangat tepat yakni pada bulan Agustus yang sakral, yang didalamnya terdapat peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI. Menurutnya eksistensi Kopisisa tidak diragukan lagi karena sudah 41 tahun sejak dibentuk tetap eksis dalam mewarnai seni dan sastra di Purworejo.

“Sastra merupakan bagian yang sangat penting bagi peradaban karena sastra adalah pernyataan sikap, ekpresi, pikiran, kontruksi kejiwaan sasil dari peradaban manusia,” katanya.

Menurut Bupati, dalam konteks ke-Indonesia-an umumnya masyarakat yang tinggi apresiasinya terhadap sastra, cenderung lebih jauh dari sifat kekerasan. Begitu pentingnya sastra sampai raelitas politik, sosial, dan budaya suatu daerah, tidak bisa lepas dari sastra.

“Sastra tidak pernah pudar apalagi mati sebab sastra mampu mengajak masyarakat untuk berfikir kritis dan peka terhadap lingkungan sekitar kita,” imbuhnya.


Panuju Triangga

Tinggalkan Balasan