Antisipasi Lonjakan Kasus Pasca Libur, Dinkes DIY Tambah Fasilitas

YOGYAKARTA, SM Network – Lonjakan tren kasus Covid-19 diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga usai libur Natal dan Tahun Baru. Hingga Minggu (27/12), di DIY terdapat 10.927 kasus positif dimana 7.167 pasien telah sembuh dan 232 orang meninggal dunia.

Untuk perawatan pasien Covid-19, Pemda DIY telah membuka 27 rumah sakit rujukan. Jumlah ini masih sepertiga dari keseluruhan 78 rumah sakit yang ada di wilayah provinsi tersebut. Berdasar data Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, rumah sakit rujukan itu memiliki fasilitas 64 tempat tidur untuk ruang ICU atau critical, dan 577 bed ruang isolasi atau non critical.

“Rata-rata tingkat keterisian bed dalam beberapa hari terakhir mencapai 75 persen. Paling banyak ada di wilayah Sleman,” ungkap Kepala Dinkes DIY Pembajun Setyaningastutie, Minggu (27/12).

Mengantisipasi potensi peningkatan kasus pasca libur akhir tahun, sejumlah rumah sakit telah menambah fasilitas, dan tenaga medis. Di RSUP Sardjito, RSUD Yogyakarta, RSUD Nyi Ageng Serang, RSUD Wonosari, RSUD Panembahan Senopati, dan RSUD Pratama, peralatan ventilator dan high flow nasal cannula (HNFC) sudah ditingkatkan jumlahnya.
Penambahan tempat tidur Covid-19 critical maupun non critical juga sudah disiapkan sejak jauh hari.

“Rumah sakit juga telah merekrut relawan perawat kesehatan. Untuk ketersediaan obat, alat kesehatan, dan APD diprediksi cukup sampai Maret 2021,” terang Pembajun.

Sesuai Pedoman Revisi 5 Penanganan Covid-19, rumah sakit hanya merawat pasien kasus sedang dan berat, sedangkan pasien tanpa gejala atau bergejala ringan diupayakan isolasi mandiri atau ke shelter. Terkait hal ini, pihaknya mendorong gugus tugas kabupaten/kota untuk menambah kapasitas tempat isolasi, serta menyiapkan shelter isolasi mandiri bagi warga non DIY.

Perguruan tinggi dan pesantren juga diwanti-wanti menyiapkan shelter isolasi mandiri bagi mahasiswa atau santri. Pelaku bisnis perhotelan diminta pula menyediakan fasilitas isolasi mandiri jika ada tamu yang terpapar Covid-19.

“Masyarakat juga terus kami edukasi untuk memfasilitasi isolasi mandiri keluarga, dan diberdayakan membantu proses tracing,” katanya.

Terpisah, Direktur Utama RSUP Sardjito, Rukmono Siswishanto mengatakan, jumlah tempat tidur pasien Covid-19 sudah ditambah menjadi 74 dari sebelumya hanya 56 bed. “Kami tambah 18 bed rinciannya 8 critical, dan 10 non critical. Namun juga tetap melihat situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 di DIY,” ujarnya.

Kondisi kesehatan tenaga medis pun tidak luput dari perhatian. Pihak rumah sakit telah membuat pengaturan jam kerja dengan mekanisme 4 shift, serta menyediakan tambahan asupan gizi, dan persiapan rumah singgah.

Tinggalkan Balasan