Angkot Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

MAGELANG, SM Network – Angkutan umum kota (angkot) tak luput dari anjuran dalam menerapkan protokol kesehatan menuju kenormalan baru (new normal) di tengah pandemi Covid-19. Pemakaian masker wajib dilakukan sopir dan penumpangnya selama menggunakan moda transportasi publik ini.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana mengatakan, para sopir angkot dan penumpang sudah diimbau untuk menerapkan protokol kesehatan. Pihaknya juga menempelkan stiker imbauan di kabin angkot.“Angkot juga wajib sediakan hand sanitizer di area pintu angkot. Di kursi depan yang dekat sopir harus disediakan kotak khusus untuk penumpang agar membayarnya tidak perlu kontak fisik dengan sopir,” ujarnya, Kamis (25/6).

Dijelaskannya, angkot yang belum dipasangi stiker imbauan juga harus tetap menerapkan protokol kesehatan, dari penggunaan masker untuk sopir dan penumpang, menjaga jarak duduk, dan maksimum penumpang 70 persen dari kapasitas.

“Termasuk tidak melakukan kontak fisik secara langsung. Kami juga mengimbau agar dilakukan penyemprotan disinfektan pada angkot untuk langkah sterilisasi kendaraan,” katanya.

Menurutnya, kondisi saat ini memang banyak angkot yang semakin sepi penumpang. Di sisi lain, potensi penyebaran Covid-19 di dalam angkot juga masih cukup tinggi.

“Ini yang menjadi perhatian kami, karena angkot masih kerap digunakan warga. Karena itu, protokol kesehatan harus dilakukan oleh angkutan umum,” jelasnya.

Singgih mengaku, imbauan ini sudah dipraktikkan sejak jauh hari sebelumnya. Bahkan, pihaknya meluncurkan video khusus di media sosial, terkait tata cara menjadi penumpang dan sopir angkot yang baik di tengah pandemi virus corona.

“Video ini dibuat staff dan karyawan Dishub bekerja sama dengan para penumpang, dan sopir angkot. Alhamdulillah respons masyarakat sangat bagus. Harapan kami, keterisian angkot kembali normal, meski dengan protokol kesehatan yang wajib dijalankan secara ketat,” paparnya.

Terpisah, Ketua Forum Komunikasi Awak Angkutan Kota Magelang (Forkam), Darsono mengutarakan, pihaknya memang sudah mengimbau para sopir agar menerapkan protokol kesehatan. Pengemudi sudah memakai masker setiap kali mengoperasikan angkotnya.

“Kalau hand sanitizer sebagian sopir membawanya untuk dipakai sendiri. Untuk penumpang, kami lihat juga pakai masker. Kalau jaga jarak, sebenarnya kita sudah mengimbau, tapi namanya orang banyak, kadang tidak diterapkan,” terangnya.

Dia menyebutkan, belum semua moda angkot beroperasi meski sudah diwacanakan menuju era kenormalan baru di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya, kondisi penumpang cenderung masih sepi, terlebih tidak ada anak-anak sekolah yang menjadi langganan angkot.

“Kami jelas sangat terpukul dengan kondisi ini. Banyak dari kami yang dua bulan penuh tidak narik, alhasil pendapatan tidak ada. Sekarang sudah banyak yang narik lagi dan sabar saja sambil berharap kondisi kembali normal,” ungkapnya.


Asef Amani

Tinggalkan Balasan