Angkat Aneka Produk UMKM, Kedai Pinunjul Diluncurkan

PURWOREJO, SM Network – Memfasilitasi promosi sekaligus sebagai gerai penjualan aneka produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) se-Kecamatan Loano, Kedai Pinunjul diluncurkan atau dilaunching Senin (31/8).

Peluncuran Kedai Pinunjul yang terletak di Jl Purworejo-Magelang Kilometer 7 itu dilakukan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Purworejo, Fatimah Verena Prihastyari, dengan pengguntingan pita dan potong tumpeng.

Turut mendampingi, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Bambang Susilo, Kabag Perekonomian Titik Mintarsih, Camat Loano Laksana Sakti, Ketua Kelompok UMKM Loano Sri Bandu Rahyuni, dan sejumlah pelaku UMKM Kecamatan Loano.

Sri Bandu Rahyuni menjelaskan, Kedai Pinunjul beranggotakan pelaku UMKM se-Kecamatan Loano yang terbentuk sekitar dua tahun lalu. Tediri dari usaha kuliner basah maupun kering, pembatik, usaha kerajinan, serta pedagang.

Bergabungnya semua UMKM di Kecamatan Loano dengan tujuan untuk maju, mandiri, dan selalu meningkatkan kualitas. Langkah-langkah yang dijalankan antara lain mengikuti pameran produk, pelatihan offline dan online dimasa pandemi, serta memaksimalkan pemasaran secara online.

Konsep yang diusung Kedai Pinunjul yakni “dari kita untuk kita”. Kedai pinunjul setiap hari akan dibuka untuk melayani. Produk-produknya lengkap meliputi makanan, kuliner, oleh-oleh, minuman, fasion batik, kerajinan atau craft, sepatu, tas, dan produk-produk lainnya. Keseluruhan ada sekitar 70 produk.

“Kami juga siap menerima pesanan. Harapannya masyarakat khususnya Kecamatan Loano bisa meramaikan Kedai Pinunjul,” imbuh Sri Bandu.

Fatimah Verena Prihastyari mengapresiasi didirikannya kedai oleh kelompok UMKM, mengingat di masa pandemi Covid-19 Kedai Pinunjul masih dapat mengembangkan kreativitasnya untuk terus bersaing di pasaran. Menurutnya, dalam berbisnis yang harus diperhatikan adalah ketekunan, telaten, dan terus berinovasi.

“Seperti saat ini yang hampir semua sektor mengalami penurunan pendapatan, namun Kedai Pinunjul berani membuka usaha supaya UMKM tetap eksis dan untuk kesejahteraan. Lokasi kedai yang berada di pinggir jalan juga sangat mendukung, dan teruslah di promosikan lewat medsos juga,” katanya.

Kepala Dinas KUKMP, Bambang Susilo, mengatakan bahwa Kedai Pinunjul merupakan sebuah jawaban bagi para pelaku UMKM terutama di wilayah Kecamatan Loano. Pihaknya berharap Kedai Pinunjul akan dapat menjadi virus yang positif bagi kecamatan-kecamatan yang lain. Dinas KUKMP sendiri akan terus ikut berperan dalam pendampingan dan pembinaaan.

“KUKMP memang bertugas membina, mendorong mutu produk, pemasaran, pemodalan, dan lain-lain. Termasuk jika ada kendala, insyaAlloh kami siap membantu mencari solusinya yang tentu saja dengan duduk bersama membahas permasalahan yang ada,” katanya.

Menurut Camat Laksana Sakti didirikannya Kedai Pinunjul merupakan terobosan baru untuk dapat lebih meningkatkan dan mengasah kemampuan, kemadirian, dan kreativitas para pelaku UMKM. “Tentunya akan memfasilitasi promosi produk-produk dari wilayah Kecamatan Loano. Apalagi Loano termasuk dalam jalur Otorita Borobudur, tentu sangat berpeluang bagus mengingat Purworejo akan menjadi tujuan wisatawan,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan