Anggota Pramuka Dewasa Jalani KMD Daring 5 Hari

PURWOREJO, SM Network – Sebanyak 100 anggota Pramuka Dewasa mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Tahun 2021 di Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) selama 5 hari, Selasa-Sabtu (9-13/2).

Kursus yang diadakan oleh Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Purworejo ini diikuti dari kalangan guru dan mahasiswa. Selama 5 hari, mereka mendapatkan berbagai materi, baik teori maupun praktik, dari Tim Pelatih Kwarcab Purworejo.

Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa Kwarcab Purworejo, Titik Mintarsih MPd mengatakan, KMD bertujuan untuk memberikan bekal pengetahun dan keterampilan kepada anggota gerakan Pramuka dewasa guna meningkatkan kemampuan dalam mengasuh peserta didik dan mengelola satuannya sehingga mutu kegiatan semakin meningkat dan terarah sebagai pembentukan peserta didik yang berkarakter pada situasi pandemi Covid-19.

“Selama kursus ini peserta full daring yang menuntut penguasaan teknologi informasi. Ini sejalan dengan tujuan kursus, yakni agar para pembina menjadi terampil dan adaptif terhadap pola-pola pelatihan berbasis teknologi,” jelasnya.

Titik Mintarsih menegaskan bahwa Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah masih kerap dipandang sebelah mata dan banyak mendapat stigma negatif dari sebagian siswa dan guru. Antara lain dianggap kurang menarik serta tidak kekinian alias kuno. Di sisi lain, masih banyak pembina Pramuka yang belum memiliki kualifikasi standar sehingga tidak mampu mengoptimalkan kegiatan Pramuka.

“Karena itu, melalui kegiatan kursus seperti ini kami berharap agar para pembina dapat terus meningkatkan kreativitasnya sehingga kegiatan kepramukaan di sekolah lebih menarik,” ungkapnya.

“Harapan kami seorang pembina saat ini juga tidak hanya mempelajari tentang semafor, morse, dan sandi. Melalui IT pembina juga harus bisa menciptakan sandi-sandi sebagai pengganti sehingga saat pelatihan Daring lebih menarik,” sambungnya.

Lebih spesifik Titik berpesan agar para pembina dapat mengkreasikan kegiatan peningkatan karakter siswa dengan lebih intens menyampaikan pesan-pesan moral dan keteladanan. Sebagai contoh, memperdengarkan lagu-lagu kebangsaan serta hormat bendera saat memulai kegiatan.

“Baik saat Daring maupun Luring. Sehingga khususnya saat daring, anaanak didik yang tidak masuk sekolah tetap merasa mendapat support untuk meningkatkan karakter nasionalisme,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan