Anggaran APBD 2019 Tidak Terserap Hingga 25,5 M

MUNGKID, SM Network – Dalam evaluasi APBD 2019 oleh DPRD Kabupaten Magelang, banyak keanehan yang terungkap. Hal ini dinyatakan salah satu anggota DPRD, Fajar Fatony, saat rapat kerja komisi 4 dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Rabu (1/7).

Dari Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) yang dibuat Disdikbud, ditemukan adanya anggaran tak terserap yang menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) yang memiliki nilai hingga 25,5 Milyar.

“Itu pun berasal hanya dari satu pos anggaran saja, yaitu Belanja Tak Langsung (BTL). Itu belum di pos-pos belanja lainnya. BTL ini merupakan pos untuk belanja gaji, tunjangan guru dan sertifikasi,” ungkap Fajar yang juga anggota dari Fraksi PKS.

Ia juga merasa sangat kecewa melihat kinerja Disdikbud seperti itu. Menurutnya, dengan adanya SILPA yang sangat besar itu menunjukkan lemahnya perencanaan dan kerja yang dilakukan Disdikbud selama 2019.

“Dalam pos untuk gaji, seharusnya Disdikbud sudah bisa melakukan perencanaan di awal tahun, sepertu anggaran guru dan pegawainya yang sudah masuk masa purna tugas/pensiun. Sehingga pos untuk gaji tersebut dapat ditekan seminimal mungkin agar tidak menjadi SILPA besar di akhir tahun anggaran,” paparnya.

Begitu juga dengan pos untuk tunjangan sertifikasi guru. Disdikbud harusnya mampu menjadi fasilitator, lanjut Fajar, yang mumpuni bagi para guru untuk mendapatkan tunjangan sertifikasinya. Jangan sampe tunjangan bagi mereka tak terbayarkan hingga tahun anggaran habis.

Diketahui nominal SILPA yang besar di pos BTL ini ternyata juga ditemukan di LKPJ dinas2 lain. “Hal ini sungguh tidak bisa ditolerir, karena perilaku seperti ini bisa menjadi salah satu indikasi modus penyembunyian dana/anggaran APBD. Disengaja di-mark up sedemikian rupa dengan tujuan agar tdk terpakai anggarannya,” tegasnya.

Fajar, meminta agar Bupati Magelang untuk lebih ketat mengawasi dinas-dinas tersebut dalam eksekusi pelaksanaan APBD-nya. “Selaku kepala daerah, harusnya tegas terhadap potensi perilaku menyembunyikan anggaran seperti itu,” tekan Fajar.


Ita

Tinggalkan Balasan