Anak Pembantu Asal Bojongsari Raih Juara Nasional Kompetisi Sains

DITINGGAL ayahnya sejak balita, Arifudin yang kini menginjak remaja hanya diasuh oleh ibunya, Rohmawati (46), warga Dukuh Banjaran Tengah RT 004 RW / 005, Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, Kebumen.

Selanjutnya, sejak lulus SD N 2 Bojongsari, remaja kelahiran 12 Juni 2003 itu jarang bertemu dengan ibunya. Lantaran, Arifudin berada di pondok pesantren, sedangkan ibunya menjadi pembantu rumah tangga di Jakarta.

“Tapi Alhamdulillah bos saya pengertian. Kalau liburan, saya diperbolehkan pulang untuk ketemu anak di rumah,” ucap Rohmawati saat dihubungi Senin (15/2). Ia lantas mengungkapkan jika pulangnya menyesuaikan waktu libur ngaji dan sekolah anaknya.

Rohmawati bekerja di Jakarta sejak 2005 setelah suaminya mengalami tekanan jiwa sepulang dari Malaysia. Ia pun membanting tulang untuk membiayai anak-anaknya. Sedangkan Arifudin ditinggal ayahnya sejak usia dua tahun.

Rohmawati yang dikaruniai dua anak itu lantas memasukan Arifudin ke Pondok Pesantren Al Iman Bulus Purworejo yang diasuh oleh KH Hasan Agil Ba’abud sambil sekolah di Madrasah Tsanawiyah dan berlanjut ke Madrasah Aliyah setempat. Kini, Arifudin berada di bangku kelas XI MA Al Iman Bulus Purworejo.

“Mondok dan sekolahnya di Bulus terus. Saya juga jadi pembantu tidak pindah-pindah. Sudah 15 tahun,” imbuh Rohmawati yang tengah berbahagia mendapat kabar anaknya meraih juara nasional Kompetisi Sains Madrasah Online 2020 Mapel Fisika Terintegrasi.

Pengumuman juara dalam ajang perlombaan Indonesia Student Science Olympiade (ISSO) itu diketahui pada Senin (15/2). Kabar tersebut diperoleh dari wali kelas Arifudin yang mengontak langsung Rohmawati.

Diungkapkan Rohmawati, Arifudin saat SD selalu mendapat juara kelas. Hanya beberapa kali saja ranking dua dan tiga di kelas. Prestasi Arifudin juga bagus di TPQ. Namun, lanjut Rohmawati, untuk sampai mendapat juara nasional hingga menggondol medali emas tidak ia duga. “Sungguh tidak disangka-sangka. Saya seneng banget,” sela Rohmawati yang baru diumrohkan oleh majikan tempat kerjanya itu.

Atas prestasi anaknya tersebut, Rohmawati pun ingin segera menemui anaknya di rumah yang ditinggal kosong saat ia di Jakarta dan anaknya di pondok pesantren. Harapannya, Arifudin selalu sukses serta rendah hati dan tidak sombong.

Tinggalkan Balasan