Anak-Anak Dari Keluarga Pra Sejahtera Diberi Baju Lebaran

PURWOREJO, SM Network – Menghadapi adanya pandemi Covid 19, Pemerintah Desa (Pemdes) Krandegan, Kecamatan Bayan, Purworejo menjalankan berbagai program sosial. Terbaru, Pemdes meluncurkan program Baju Lebaran untuk Si Kecil.

“Program Baju Lebaran untuk Si Kecil adalah pemberian pakaian untuk anak-anak usia SD ke bawah yang berasal dari keluarga pra sejahtera, agar bisa bahagia menyambut hari Lebaran. Ada 75 anak yang mendapatkan program ini,” ungkap Kepala Desa Krandegan, Dwinanto, Senin (18/5).

Pemdes juga telah menjalankan program sosial lainnya, yakni Meja Anti Lapar, dimana setiap harinya disediakan 200 set menu berbuka yang diberikan kepada warga yang membutuhkan. Juga ada Pasar Bergerak, di mana pemerintah desa menjual sembako door to door ke rumah warga dengan harga yang murah, jauh di bawah harga pasar, karena sudah disubsidi. Ada juga program Sedekah Sembako, yaitu pemberian sembako gratis kepada kelompok masyarakat tertentu.

“Pemerintah Desa Krandegan juga meluncurkan Program Bantuan Cair Langsung (BCL). BCL adalah pemberian bantuan kepada keluarga miskin yang belum mendapatkan bantuan apapun, berupa uang tunai Rp 300.000 setiap bulannya. Ada sekitar 60 KK yang menjadi sasaran program BCL ini,” sebutnya.

Dengan dijalankannya berbagai program sosial tersebut, lanjut Dwinanto, pihaknya berharap masyarakat bisa terbantu dalam menghadapi dampak pandemi Covid 19, terutama dalam bidang ekonomi. Pihaknya berusaha agar semua yang membutuhkan bantuan bisa dilayani.

“Sampai saat ini, kami sudah mengeluarkan uang lebih dari Rp 100 juta untuk beragam program tersebut. Dana berasal dari pengelolaan ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf) di luar Dana Desa dan dana dari pemerintah lainnya,” jelas Dwinanto.

Dwinanto menambahkan, dalam penyaluran bantuan pemerintah, di beberapa tempat seringkali muncul keresahan bahkan gesekan di masyarakat. Baik gesekan antarmasyarakat, maupun antara masyarakat dengan pemerintah desa selaku ujung tombak pembagian bantuan. Hal itu dikarenakan adanya bantuan yang kurang tepat sasaran akibat data yang kurang valid.

Di Desa Krandegan sendiri, sejauh ini kondisi seperti itu tidak terjadi. Bagi warga terdampak yang tidak mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat (Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Non Tunai, Bantuan Sosial Tunai), akan diberikan bantuan melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) yang diputuskan dalam musyawarah desa.

“Bukan itu saja, jika ada warga miskin atau terdampak yang masih belum bisa dicover, maka masih akan diberikan bantuan melalui berbagai program sosial lainnya (yang dijalankan Pemerintah Desa, seperti dijelaskan sebelumnya -red),” imbuhnya.


Panuju Triangga

Tinggalkan Balasan